| Minggu, 15 Januari 2012
Pembaharuan Disiplin Rohani
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (1 Timotius 4:12)
Surat 1 Timotius ditulis oleh Paulus pada usia lanjut menjelang akhir hidupnya di dunia ini, ditujukan kepada anak rohaninya Timotius. Ayah Timotius adalah orang Yunani, sedangkan ibunya adalah orang Kristen Yahudi. Paulus yang memimpinnya untuk percaya kepada Kristus, dan mengajaknya dalam perjalanan penginjilan Paulus yang ke-2, oleh sebab itu mereka memiliki hubungan yang erat bagai ayah dan anak.
Surat 1 Timotius disebut Surat Pastoral, yang mengajar Timotius tentang administrasi dan manajemen gereja, termasuk peraturan yang harus ditaati dalam ibadah, bagaimanakah kriteria dan karakter pemimpin gereja, bagaimanakah menjadi seorang gembala yang setia dan bertanggung jawab dalam pengajaran, dan bagaimana mengantisipasi ajaran-ajaran sesat yang menyusup masuk ke dalam gereja. Meskipun dalam usia lanjut, Paulus bagaikan seorang panglima memerintahkan anak buahnya untuk “memperjuangkan perjuangan yang baik” (you may fight the good fight) dan dengan serius Paulus mendorong Timotius agar “Menjadi teladan bagi orang-orang percaya”
Sebagai seorang pejuang di medan laga, harus memiliki kedisiplinan yang tinggi, baru bisa menang dalam peperangan, kelalaian dalam mentaati peraturan yang ada akan berakibat fatal dalam peperangan. Demikian juga, bagi seorang pemimpin rohani, harus memiliki disiplin rohani yang tinggi, dalam Efesus 6:11, Paulus menggunakan istilah “Mengenakan perlengkapan senjata Allah” baru bisa melawan arus ajaran sesat yang merembes dan melanda gereja Tuhan.
Di samping itu, sebagai pemimpin rohani, juga harus waspada terus meningkatkan disiplin rohani dalam kehidupan sehari-hari, agar dapat menjadi teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, kelakuan, kasih, iman dan kesucian.
Apa yang akan terjadi dalam tahun yang baru ini, kita tidak tahu, tetapi tugas kita dalam tahun yang baru ini adalah bersandarkan kekuatan Tuhan, kita terus meningkatkan disiplin rohani, menggenapi misi yang Tuhan telah bebankan kepada setiap kita, amin
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index
|
|