Minggu, 22 Agustus 2010
Harga yang Harus Dibayar Demi Injil

“Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah” (2 Timotius 1:8)

      Di dalam tugasnya memberitakan Injil, Rasul Paulus sangat menyadari dan memahami tentang risiko yang harus ia tanggung. Seorang pemberita Injil harus rela menanggung penderitaan, baik secara fisik maupun psikis. Hal ini terungkap di dalam beberapa suratnya, baik secara tersirat, maupun tersurat, misalnya di dalam 2 Korintus 4:1-17, Rasul Paulus menggambarkan bagaimana penderitaan yang ia alami ketika memberitakan Injil tentang Yesus Kristus.” Begitu juga dalam Filipi 1:12-14, Paulus juga menyinggung mengenai keadaannya yang dipenjarakan karena Injil Yesus Kristus. Masih banyak catatan PB yang lain yang mengisahkan tentang resiko yang dialami oleh Paulus di dalam memberitakan Injil.

      Pengalaman yang dialami oleh Rasul Paulus menjadi contoh dan teladan bagi Timotius muridnya. Di dalam nasihatnya kepada Timotius, Rasul Paulus berkata, “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah (2 Timotius 1:8). Paulus mengharapkan muridnya tersebut dapat mengikuti teladannya, menanggung resiko di dalam memberitakan Injil. Rasul Paulus tidak malu di dalam memberitakan Injil tentang Yesus Kristus.

      Sebaliknya, Paulus merasa berhutang pemberitaan Injil terhadap orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar (Roma 1:14). Sejarah PB mencatat bahwa Paulus juga tidak pernah takut menderita di dalam pemberitaan Injil Yesus Kristus. Mengapa bisa demikian? Karena bagi Rasul Paulus Allah yang memampukannya untuk menanggung penderitaan di dalam memberitakan Injil. Kekuatan Allah itulah yang menjadi jawaban sekaligus penghiburan bagi dia di dalam memberitakan Injil.

      Pemberitaan Injil bagi Rasul Paulus merupakan tugas yang sedemikian penting, karena beberapa alasan berikut:
(1) Panggilannya untuk memberitakan Injil Yesus Kristus, sebagaimana dinyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri dalam perjalannya ke Damsyik (Kis. 9:15-17, bandingkan dengan Roma 1:1; 1 Korintus 1:1; Galatia 1:1);
(2) Keyakinannya tentang Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16; 1 Korintus 15:2; Efesus 1:13);
(3) Pengharapannya akan kebangkitan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (2 Korintus 1:9-10; 4:14; Filipi 3:10-11).

      Bagaimana dengan kita sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan? Siapkah kita di dalam memberitakan Injil Yesus Kristus? Mungkin ada konsekuensi-konsekuensi fisik dan psikis yang akan kita alami di dalam memberitakan Injil. Namun kita percaya bahwa Allah Tritunggal akan memberikan kita kekuatan dan penghiburan-Nya di dalam kita memberitakan Injil Yesus Kristus. Amin.

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

Hubungi Kami