| Minggu, 15 Agustus 2010
Rumah Doa Bagi Segala Bangsa
“Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!” (Markus 11:17)
Tuhan Yesus mengutip Yesaya 56:7 tentang “Rumah Doa-Ku” dicatat dalam Matius 21:13; Markus 11:17 dan Lukas 19:46, tetapi hanya dalam Markus 11:17 Tuhan Yesus menegaskan bahwa Rumah-Ku akan disebut rumah doa “segala bangsa”. Ketika Yesus berkata: “Rumah Doa-Ku” bagi orang Yahudi tidak diragukan lagi, itu ditujukan kepada Bait Allah, sebagai satu-satunya kebanggaan mereka yang tidak dimiliki oleh bangsa lain, tetapi bagaimana Yesus berkata bahwa itu disebut “rumah doa segala bangsa” ? Mereka sangat heran dan tidak mengerti ketika Yesus berkata: “ Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”(Yohanes 2:19). Ternyata maksud Tuhan, Bait Allah yang dibangun selama 46 tahun itu dibatasi ruang dan waktu, tetapi diri-Nya yang tidak terbatas itu akan menjadi rumah doa bukan saja bagi bangsa Yahudi, melainkan bagi segala bangsa, karena Dia adalah Juruslamat segala bangsa
“Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (Mazmur 2:6-7). Sion adalah sebuah gunung di utara Yerusalem, di mana Bait Allah didirikan, adalah tempat pilihan Tuhan untuk bersekutu dengan umat-Nya,
yang menyatakan Allah beserta dengan umat-Nya. Bangsa Yahudi selalu merasa superior dibandingkan dengan segala bangsa lainnya, karena mereka disebut sebagai “umat pilihan” Allah, namun mereka tidak menyadari bahwa Allah adalah Allah segala bangsa, bukan Allah milik mereka dalam pengertian yang sempit. Ketika Tuhan memanggil Abraham, Tuhan berjanji akan memberkatinya, tetapi berkat itu tidak berhenti di situ, melainkan Abraham akan menjadi saluran berkat bagi segala bangsa. Hal ini menjadi suatu prinsip bahwa bangsa Israel disebut sebagai umat pilihan, namun mereka memiliki suatu misi yang agung dan mulia untuk menjadi berkat bagi segala bangsa. Mereka bukan saja sebagai obyek dari kasih Allah, mereka juga menjadi subyek kasih Allah bagi segala bangsa.
Dalam bulan Misi ini kita diingatkan kembali, sebagaimana Bapa mengutus Anak untuk mewujudkan keselamatan, demikianlah Bapa dan Anak mengutus Roh ke dalam dunia untuk mengajar gereja (umat Tuhan) menjadi saluran keselamatan melalui penebusan di dalam Kristus, agar segala bangsa mendengar Injil-Nya dan menerima Kristus Yesus sebagai Juruslamat pribadinya, amin
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index
|
|