| Minggu, 08 Agustus 2010
Menjadi Terang Bagi Bangsa-bangsa
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8)
Alkitab memakai berbagai cara, lewat penulis yang berbeda, menyampaikan suatu panggilan hidup yang sama kepada orang-orang percaya; untuk menjadi berkat bagi dunia ini. Injil Matius mencatat panggilan Tuhan kepada orang percaya untuk menjadi garam dan terang dunia, yaitu supaya lewat kehidupan orang percaya, terang kehidupan anak-anak Allah dilihat oleh orang-orang lain. Ini bicara kehidupan nyata yang bisa diobservasi, kasat mata. Ini bicara
tentang kehidupan yang bisa dijadikan teladan bagi orang lain. Tidak cukup orang Kristen menjadi orang yang berkelakuan baik di gereja saja, atau baik di rumah sendiri saja. Gereja dan keluarga adalah tempat di mana kita membentuk diri, tapi tujuan akhir kesaksian hidup orang Kristen, adalah untuk menjadi berkat bagi orang lain, bagi dunia.
Alkitab memaparkan bahwa sejak kejatuhan Adam, dunia dan sejarah kehidupan manusia berlangsung dalam kegelapan rohani, menghasilkan kehidupan yang penuh dengan perbuatan-perbuatan kuasa kegelapan yang terus menerus merusak kehidupan manusia. Yang manusia butuhkan dalam kondisi seperti itu, bukan hanya pendidikan, perbaikan kondisi sosial ekonomi atau lingkungan hidup, atau bahkan agama yang bisa mengarahkan manusia berbuat baik terhadap sesama. Yang manusia butuhkan, adalah “terang”. Istilah “kegelapan” itu sendiri sebenarnya tidak ada definisi ilmiahnya. Terang bisa diukur dan dijelaskan, tapi tidak ada definisi ilmiah tentang kegelapan. Kegelapan hanya bisa dijelaskan sebagai ketiadaan terang (the absence of light). Jadi hanya kehadiran teranglah yang bisa melepaskan manusia dari kegelapan.
Alkitab menyatakan bahwa orang-orang percaya adalah orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib (1Ptr. 2:9). Kalau betul itu adalah pengalaman yang riil, maka setiap kita dipanggil untuk menyaksikan karya besar Allah itu secara nyata di dalam kehidupan kita sesehari. Kita menjadi saksi-saksi hidup bahwa kita adalah anak-anak terang. Seringkali orang Kristen punya banyak alasan untuk tidak membagi kabar keselamatan kepada orang lain secara verbal, tapi kita tidak punya alasan apapun untuk tidak menjadi saksi dari karya penebusanNya. Tuhan dengan tegas mengatakan: Kamu adalah saksi-saksiKu! Dunia sedang menanti terang Kristus dinyatakan lewat kehidupan kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index
|
|