Minggu, 01 Agustus 2010
Ibadah Sebagai Penggerak Misi

"Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka" (Wahyu 7:9)

      Pertanyaan yang paling penting dalam hidup manusia tercatat sebagai pertanyaan pertama dari buku Katekismus Westminster yaitu “Apakah tujuan akhir manusia?” Jawabannya adalah “Memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya”. Hal ini pula yang menjadi tujuan akhir dari seluruh karya penciptaan Allah yaitu supaya semua ciptaan-Nya dapat memuji dan memuliakan Dia. Kita tahu bahwa dari semua ciptaan Allah hanya manusia yang dapat menyembah dan beribadah kepada Dia. Maka hal inilah yang menjadi kerinduan Allah yaitu supaya umat manusia yang telah diciptakan-Nya itu dapat mengenal dan beribadah kepada Dia serta menikmati Dia selamanya.

      Kerinduan Allah ini telah diwujudkan-Nya dalam sejarah (History) yang dapat juga kita pelajari dari Alkitab mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Dari sejak penciptaan dan kejatuhan manusia, sampai pada janji dan rancangan keselamatan Allah dan pada akhir jaman nanti akan digenapi-Nya dengan penyembahan pada Allah dari kumpulan orang yang tidak terhitung banyaknya dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa (Why. 7:9). Inilah yang merupakan sasaran akhir atau misi Allah yaitu menyelamatkan manusia dari setiap suku bangsa untuk dapat menyembah dan beribadah kepada Dia dan ini pula yang harus menjadi sasaran akhir semua gereja Tuhan.

      Hal yang sama dikatakan oleh John Piper dalam bukunya “Jadikan Sekalian Bangsa Bersukacita” bahwa ibadah adalah sasaran akhir dari gereja dan bukan misi. Misi ada karena ibadah tidak ada. Misi adalah kebutuhan sementara, tetapi ibadah akan ada selamanya. Karena itulah ibadah seharusnya merupakan sasaran dan bahan bakar (penggerak) misi. Ibadah yang dimaksudkan di sini tentu bukan hanya sekadar ibadah yang mengikuti liturgis di gereja saja pada hari-hari tertentu, akan tetapi keseluruhan hidup kita termasuk penyembahan maupun fokus hidup kita haruslah pada Sang Pencipta bukan pada ciptaanNya.

      Jadi pertanyaannya, mengapa ibadah merupakan penggerak misi? Karena tujuan hidup kita yang utama adalah beribadah kepada Tuhan yaitu hidup yang memuliakan dan menikmati Allah, adalah dengan memahami hati Allah juga yang tidak lain adalah supaya segala bangsa juga dapat mengenal dan menyembah Dia. Karena itu tujuan misi haruslah juga membawa suku-suku bangsa yang belum mengenal dan menyembah kepada Allah dapat menyembah dan beribadah kepada-Nya. Seperti yang diungkapkan oleh pemazmur dalam Mazmur 67:2-8 “Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya… supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu...!”

      Tujuan dan rencana Allah ini sedang digenapi dan akan digenapi (Wahyu 7:9). Maukah anda berbagi dalam menggenapi misi dan rencana Allah tersebut? Tuhan memberkati.

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

Hubungi Kami