Minggu, 11 Juli 2010
Kejujuran

"Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat" (Matius 5:37)

      Dua ungkapan yang tertulis dalam Matius 5:33, “Jangan bersumpah palsu” dan ”peganglah sumpahmu di depan Tuhan” merupakan ringkasan pengajaran PL tentang sumpah. Ungkapan pertama “Jangan bersumpah palsu” menyuarakan Imamat 19:12, “Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.”

      Ungkapan kedua ”peganglah sumpahmu di depan Tuhan” menyuarakan Bilangan 30:2, “Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.” Dengan demikian, PL melarang sumpah palsu dan sumpah yang tidak ditepati.

      Baik Imamat 19:12 maupun Bilangan 30:2 sangat menekankan ”truthfulness” (kejujuran). Kejujuran disini berkaitan dengan jujur dalam berkata-kata dan jujur dalam menepati apa yang telah dikatakan. Dengan demikian, apa yang dikatakan dan dilakukan orang itu sejalan. Inilah dinamakan hidup yang berintegritas. Integritas disini merujuk pada keutuhan. Keutuhan yang dimaksud adalah keutuhan dari seluruh aspek kehidupan, terutama antara perkataan dan perbuatan. Yakobus mendefinisikan integritas sebagai “sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun” (Yakobus 1:4).

      Sebagai anak-anak Tuhan kita perlu memperlihatkan hidup yang berintegritas. Apa yang kita katakan dan lakukan hendaklah sejalan. Jangan ada penipuan di antara anak-anak Tuhan. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37).

      ”Ketika saya masih seorang anak,” saksi J. Vernom McGee, ”saya masih ingat bahwa ayah saya setiap saat dapat datang ke bank dan meminjam uang, kemudian setelah beberapa hari, ia kembali ke bank untuk tanda tangan beberapa formulir. Atau ia dapat menelpon bank dan dengan mudah meminta sejumlah uang untuk ditambahkan ke dalam rekeningnya. Sekarang, zaman sudah berubah. Mengapa? Karena terlalu banyak orang (termasuk orang Kristen) tidak dapat dipercaya lagi. Inilah krisis kejujuran.” Fuller berkata: “Kejujuran adalah sebuah perhiasan yang elok, tapi modenya sudah ketinggalan zaman.” Tapi justru di sini letak permasalahannya: “Hanya mereka yang berlaku jujur terhadap diri, barulah dapat berlaku jujur terhadap orang lain” (Mac Donald).

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

Hubungi Kami