Minggu, 27 Juni 2010
Dosa yang Terselubung

"Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." (Matius 5:27-28)

      Alkitab mengemukakan ada 3 macam dosa: (1) Dosa pikiran, (2) Dosa perkataan, (3) Dosa perbuatan. Dalam KUHP hanya dikemukakan dosa perbuatan, sedikit disinggung dosa perkataan, tetapi tidak pernah disinggung tentang dosa pikiran. Tuhan Yesus berkata: “Kamu telah mendengar firman: “Jangan berzinah” Ini adalah hukum ke-7 dari 10 Hukum Allah, yang berkenaan dengan hubungan antar sesama manusia, adalah dosa perbuatan. Dalam bahasa Inggris ada 2 istilah berzinah: (1) Fornication, adalah perzinahan antara dua orang laki-laki dan perempuan yang dalam status single di luar nikah. (2) Adultery ditujukan kepada perzinahan antara laki-laki atau perempuan yang sudah menikah dengan pasangan lain di luar nikah.

      Dosa di atas adalah dosa yang nampak, selanjutnya Tuhan Yesus berkata: “Tetapi Aku berkata kepadamu.” Musa menerima Taurat Tuhan di atas Gunung Sinai, Tuhan Yesus menjelaskan makna Taurat yang sesungguhnya dalam pengajaran-Nya di atas bukit. Pengajaran Musa sebagian besar adalah berkenaan dengan dosa perbuatan, dosa yang kelihatan, tetapi Tuhan Yesus lebih dalam menjelaskan tentang dosa pikiran, yakni dosa yang terselubung dan tidak nampak dari luar.

      Joseph Fletcher menjelaskan apa yang disebut “dosa” ? Menurut Etika Situasi dia berkata: “Segala perbuatan yang tidak berdasarkan kasih adalah dosa.” Sebagai contoh, meskipun sepasang laki-laki dan perempuan mengadakan hubungan seks di luar nikah, tetapi jika mereka saling mengasihi, maka mereka tidak berdosa. Sebaliknya jika pasangan suami isteri yang sudah tidak lagi saling mengasihi dan mengadakan hubungan seks, mereka telah berdosa, sebab tidak berdasarkan cinta. Pandangan yang mengaburkan ini sangat bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan.

      Pada bagian ini, Tuhan Yesus menegaskan tentang dosa pikiran yang berhubungan dengan motivasi, jika kita bederma, berdoa, mempersembahkan korban, berpuasa dll, bukan saja perbuatan kita harus benar, motivasi kita juga harus tepat. Berbicara tentang motivasi, Tuhan Yesus dengan keras menegur orang Farisi yang munafik, karena perbuatan mereka disertai motivasi yang tidak benar, sehingga dengan perbuatan yang lahiriah mereka menutupi dosanya sendiri.

      Di dalam gereja Tuhan, ada berapa banyak anggota jemaat yang menyelubungi dosanya dengan berbagai macam aktivitas dan pelayanan yang lahiriah, termasuk persembahan, talenta, fasih lidah yang mereka miliki untuk menyelubungi dosa yang sebenarnya. Alkitab berkata: “…manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

      Kiranya Tuhan memberkati, Roh Kudus memberi pencerahan, membuka kedok-kedok rohani kita, menyingkapkan dosa yang menyelubungi hati kita, agar kita bertobat, seperti kata Paulus: "Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia." (Kis. 24:16).

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

Hubungi Kami