Minggu, 11 April 2010
Anak-anak Sorga yang Teraniaya

"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." (Matius 5:10)

      Bagian ucapan bahagia dari Tuhan Yesus ini tidaklah mengajarkan bahwa orang percaya harus mencari-cari aniaya supaya merasa berbahagia. Tetapi mengingatkan bahwa penganiayaan adalah hal yang tidak terlepaskan dari kehidupan orang percaya. Bahkan kita diingatkan Tuhan Yesus agar bersiap untuk menghadapi itu (Yoh. 15:20). Hal ini sudah dibuktikan ribuan tahun sejak zaman jemaat mula-mula sampai sekarang, bahwa orang-orang percaya selalu menghadapi penganiayaan. Bahkan Tuhan Yesus sendiri ketika berada dalam dunia ini tidak luput juga dari penganiayaan.

      Hal yang perlu diperhatikan adalah alasan apa yang menyebabkan kita dianiaya? Tentunya Tuhan tidak bermaksud bahwa yang berbahagia adalah mereka yang dianiaya oleh karena kesalahannya sendiri atau karena suatu alasan yang sebenarnya bisa dihindari (mendapatkan penganiayaan yang tidak perlu). Tetapi berbahagialah yang dianiaya karena kebenaran, hidupnya melakukan dan ada dalam kebenaran Tuhan. Ketika kita hidup sebagaimana ucapan bahagia yang ada dalam Mat. 5:3-9, maka kita tidak luput dari penganiayaan. Ketika kita hidup mentaati firman Tuhan, maka kitapun tidak luput dari penganiayan. Ketika orang percaya memberikan hidupnya mentaati kebenaran Tuhan maka mereka harus bersiap untuk menghadapi penganiayaan.

      Pertanyaan berikutnya adalah mengapa kita yang hidup dalam kebenaran Tuhan malah dianiaya? Padahal dalam kehidupan ini kita melihat bahwa banyak orang justru menyukai orang-orang yang baik. Alasan yang menyebabkan kita dianiaya karena kebenaran adalah kita menjadi berbeda ketika hidup dalam kebenaran. "Berbeda" di sini bukan berarti kita terlihat aneh dan nyentrik. Tetapi hidup kita memiliki pola yang berbeda dengan orang-orang dunia, baik dalam pikiran, perasaan, cara kita memandang sesuatu, dan tingkah laku kita.

      Hidup kita serupa dengan Kristus daripada serupa dengan mereka. Hal ini membuat orang-orang dunia (belum percaya) bisa tidak nyaman dengan kehadiran kita. Apalagi hidup kita seakan seperti lampu sorot yang membuka kegelapan dan kebobrokan hidup mereka dalam dosa. Sehingga ini menyebabkan mereka jengkel dan melakukan yang jahat bahkan tidak segan menganiaya untuk menyingkirkan kita. Penganiayaan yang mereka lakukan mungkin tidak berupa pembunuhan atau penyiksaan, tetapi bisa berupa pencekalan promosi kita di kantor, menjauhi kita, atau memfitnah/menghina kita. Tetapi marilah kita mengingat bahwa berbahagialah mereka yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Kiranya ucapan bahagia ini mengingatkan dan menguatkan kita untuk selalu kokoh hidup dalam kebenaran Tuhan.

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

Hubungi Kami