"Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan." (Matius 5:7)
Yesus berkata bahwa orang yang murah hatinya akan diberkati karena mereka akan beroleh kemurahan. Apakah Yesus bermaksud mengatakan bahwa kita akan diberi kemurahan hanya jika kita bermurah hati? Ternyata memang demikian! Namun pernyataan ini bukan sedang mengisyaratkan bahwa yang menjadi penyebab dari kemurahan yang kita terima adalah kenyataan bahwa kita murah hati, meskipun kita telah menerima kemurahan Allah. Sikap murah hati seharusnya menjadi konsekuensi logis dari sikap menerima Kristus dan menikmati anugerah Tuhan. Jika kita tidak bersikap murah hati, berarti kita belum menerima kemurahan Kristus, dan karenanya juga tidak layak untuk berharap akan mendapat kemurahan pada hari penghakiman kelak.
Kita sering berbicara tentang hal menunjukkan kemurahan, tetapi apakah kemurahan itu sebenarnya? Mungkinkah kemurahan itu sama dengan kebaikkan? Kemurahan hati mencakup kebaikan, tetapi lebih dari sekadar kebaikan. Seseorang menyatakan perbedaan antara keduanya dengan unik, tetapi cukup akurat, yaitu: Kebaikan adalah seorang teman pada waktu senang, sedangkan kemurahan hati adalah seorang teman pada waktu susah. Murah hati berkenaan dengan tindakan; secara spesifik, tindakan yang membebaskan seseorang dari kekurangan atau perbudakan. Jadi ucapan bahagia yang kelima ini, dengan kata lain berarti, "Berbahagialah orang yang seperti Allah menunjukkan belas kasihan dalam tindakan, mengampuni, menyembuhkan, memberi pertolongan, dan berpegang teguh pada janji (kovenan) terhadap orang-orangyang membutuhkan." llustrasi terbaik dari arti kemurahan hati terdapat dalam perumpamaan orang Samaria yang murah hati (Luk. 10:30-37). llustrasi tersebut menunjukkan makna dari istilah kemurahan hati, ada 2 hal yang patut dicatat:
1. Kemurahan hati menyembuhkan akibat dosa dalam hidup sesama manusia (baik orang yang berbuat dosa, maupun orang yang terhadapnya orang tersebut telah berdosa). Orang Samaria itu mengambil alih tanggung jawab atas luka orang yang ditolongnya. la merawat orang yang sudah babak belur itu dengan melakukan apa yang perlu bagi penyembuhan dan pemulihannya. la tidak mengeluhkan kegagalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan orang tersebut. Sebaliknya orang Samaria itu melakukan hal-hal mendesak untuk dapat memberi kelegaan bagi orang yang terluka itu.
2. Kemurahan hati tidak bersembunyi di belakang larangan-larangan Alkitab untuk melindungi diri sendiri dari pelayanan yang menuntut pengorbanan. Apakah yang menunjukkan tindakan kurang berbelas kasihan dari orang Lewi dan imam tersebut? Salah satunya adalah bahwa mereka menolak untuk membayar harga bagi suatu pengalaman yang tidak lazim. Orang Samaria yang murah hati bersedia melakukannya dengan penuh kerelaan hati. Dalam hal inilah dia menyerupai Tuhan Yesus.
Terlalu sering kita meremehkan pentingnya kemurahan hati di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Sebenarnya, menunjukkan kemurahan kepada orang yang lemah dan miskin merupakan batu ujian sekaligus bukti sah dari perubahan hidup yang nyata menuju Kristus. Tanpa kemurahan hati kita bukanlah milik Kristus! Saudara, kita harus selalu ingat: Barangsiapa beroleh kasih, ia akan membagikan banyak kasih. Barangsiapa beroleh banyak kemurahan, ia akan menunjukkan banyak kemurahan. Orang yang murah hati akan diberkati, karena mereka akan beroleh kemurahan dari Tuhan sendiri.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index