Minggu, 07 Maret 2010
Kehausan yang Mendatangkan Kepuasan Sejati

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." (Matius 5:6)

      Rasa lapar dan dahaga merupakan suatu hal wajar dan sehat yang dapat membuat manusia bisa makan dan minum dengan nikmat dan puas. Akan tetapi, kalau hidup ini hanya untuk mencari kepuasan jasmani saja maka kita tidak pernah akan mengalami kepuasan yang sejati seperti yang dikatakan dalam Pengkhotbah 6:7 "Manusia bekerja hanya untuk makan, tetapi ia tidak pernah merasa puas" (Alkitab terjemahan bahasa sehari-hari).

      Manusia pada dasarnya tidak pernah merasa cukup dan puas, sebaliknya sifat yang ada pada umumnya dalam diri setiap orang ialah "Aku ingin lebih" —ingin lebih kaya, lebih pandai, lebih dikenal, lebih hebat dan seterusnya. Seorang jutawan dari Amerika John D. Rockefeller suatu kali pernah ditanya apakah dia sudah merasa puas dengan harta yang dimilikinya, dan jawabnya ialah belum, Rockefeller mengatakan ia akan puas kalau telah memiliki sedikit lebih dari yang dia miliki saat ini. Jawaban ini menunjukkan bahwa seorang yang super kaya seperti Rockefeller pun tidak pernah merasa puas dalam hidupnya.

      Banyak tokoh-tokoh tenar di dunia ini yang mengakhiri hidupnya secara tragis dengan mengkonsumsi narkoba atau obat bius yang berlebihan karena putus asa. Mereka ini walaupun telah memiliki ketenaran dan kekayaan namun tetap mengalami kekecewaan. Mengapa? Karena tidak memiliki kebahagiaan dan kepuasan sejati. Mereka mengalami kelaparan dan kehausan jasmani yang tidak pernah terpuaskan.

      Seorang bapak gereja St Agustinus pernah mengatakan "Manusia tidak pernah akan puas sampai mereka mendapatkan Tuhan." Hal yang sama juga dikatakan oleh ilmuwan Blaise Pascal, "Dalam setiap hati manusia ada sebuah 'tempat ilahi' (God-shaped vacuum) yang membuat manusia tidak pernah akan puas kecuali Allah yang mengisi tempat itu"

      Jadi kesimpulannya, manusia tidak pernah akan mengalami kepuasan sejati di luar Tuhan. Kalau hanya mengejar (lapar dan haus) akan hal-hal lahiriah saja dan mengabaikan yang rohaniah, maka manusia tidak pernah dipuaskan karena manusia selain memiliki tubuh jasmani juga ada sisi rohani yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus, "Manusia hidup bukan hanya dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4).

      Karena itu dalam pengajaran 'Ucapan Bahagia' yang keempat ini Yesus mengajarkan untuk memperoleh kebahagiaan dan kepuasan sejati hanyalah dengan memiliki rasa lapar dan dahaga yang hanya dapat dipuaskan oleh Yesus yang adalah Roti Hidup. "Akulah roti yang memberi hidup...orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi untuk selamanya. Dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi untuk selamanya. (Yohanes 6:35). Hiduplah sesuai dengan kebenaran yang telah saudara yakini dan alami. Maukah saudara mengalami kepuasan dan kebahagian yang sejati ini? Tuhan memberkati.

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami