"Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi." (Matius 5:5)
Menurut dunia, orang yang paling bahagia adalah orang yang memiliki (hampir) semuanya dalam hidupnya. Menurut dunia pula, bahwa satu-satunya cara untuk menjadi orang yang demikian adalah dengan memiliki kekuatan, kemampuan, kerja keras, keyakinan diri dan seringkali bahkan (kalau perlu) dengan kekerasan.
Tetapi Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat bertentangan. Orang yang paling berbahagia dan yang bakal memiliki bumi adalah orang yang lemah lembut. Apa maksudnya? Orang yang lemah lembut yang dimaksudkan disini, bukanlah orangyang lemah, pengecut, tidak bersemangat, tetapi maksudnya adalah:
(2) orang yang berperilaku baik, terhormat, seimbang, dan sopan, serta halus. Seorangyang sudah dirubah oleh Tuhan bukan saja dapat mengontrol dirinya dengan baik, tapi juga mempunyai perilaku yang baik dan lemah lembut. Kepada jemaat di Galatia, Paulus menegaskan adanya perubahan perilaku ini dengan membandingkan kehidupan seseorang yang dikuasai oleh dosa kedagingan dan seseorang yang hidupnya dikuasai oleh Roh Kudus. Orangyang hidupnya dikuasai kedagingan akan dikuasai oleh kemarahan (Gal. 5:20), tetapi orang yang dikuasai oleh Roh Kudus akan memiliki kelemahlembutan yang disertai dengan punguasaan diri sebagai bukti hadir dan bekerjanya Roh Kudus dalam kehidupannya;
(3) orang yang tunduk, percaya, dan setia kepada Tuhan. Menarik sekali kata lemah lembut ini dalam bahasa aslinyajuga dipakai untuk menggambarkan perubahan karakter binatang yang sebelumnya liar, namun berhasil dijinakkan dan berhasil belajar untuk menerima/tunduk kepada kendali pemiliknya. Demikian pula, setiap orang yang sudah dijamah dan diubah oleh Tuhan seharusnya akan menunjukkan perubahan mendasar dalam hidupnya. Dia dengan aktif dan sadar akan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan.
Bagi setiap orang yang sungguh-sungguh mempunyai kelemahlembutan yang berasal dari Tuhan, Yesus berkata, mereka akan memiliki Bumi. Di sini, Yesus tidak bermaksud bahwa setiap anak Tuhan akan menjadi kaya raya atau memiliki segala sesuatu yang diinginkan. Maksud Yesus adalah, bagi setiap mereka yang yang hidup di dalam Tuhan, mereka tidak perlu kuatir akan apapun juga, karena Bapa di Surga, pencipta dan empunya langit dan bumi yang akan menyediakan dan memelihara mereka, karena ketika kita menjadi milik Kristus, baik dunia, hidup maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya (1Kor. 3:21-23).
Ketika kita benar-benar mengimani akan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan kita, maka kita akan merasa puas dan cukup akan semua yang Tuhan kerjakan dan Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Apabila kita mengaku sebagai anak Tuhan, apakah Tuhan sudah mengubah kehidupan dan perilaku kita? Sudahkah kelemahlembutan menjadi bagian kehidupan kita? Apakah sebagai anak Tuhan kita hidup dalam ambisi dan ketidakpuasan kita? Ataukah kita percaya dan berserah kepada pemeliharaan Tuhan?
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index