"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"—yang berarti: Allah menyertai kita." (Matius 1:21-23)
Natal seringkali bagi sebagian orang identik dengan pemberian hadiah. Itulah sebabnya saat Natal banyak orang yang mengharapkan untuk mendapatkan hadiah. Betapa sukacitanya mereka bila mendapatkan hadiah yang sesuai dengan harapan mereka. Tetapi betapa sedihnya hati mereka yang tidak mendapatkan hadiah yang diharapkannya saat itu.
Natal bisa menjadi saat yang menyenangkan dan sukacita saat kita mendapatkan hadiah, tetapi Natal bisa menjadi saat yang menyedihkan saat kita tidak mendapatkan hadiah dan harapan kita. Tanpa kita sadari sukacita Natal kita ternyata tergatung pada hadiah. Tiada hadiah maka Natal tiada sukacita.
Tahukah saudara, bahwa sesungguhnya Natal itu sendiri merupakan hadiah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan pada kita umat manusia. Saat manusia hidup di dalam kegelapan dan kebinasaan karena dosa (Roma 3:23), Tuhan memberikan terang dan keselamatanNya kepada kita manusia yang seharusnya binasa karena dosa (Roma 6:23). Natal dapat diartikan Allah memberikan. Di mana Allah memberikan diriNya untuk manusia. Allah memberikan diriNya untuk tinggal bersama dengan kita manusia (Mat. 1:23) dan bahkan memberikan diriNya sebagai korban keselamatan bagi dosa-dosa kita (Mat. 1:21).
Sebagai manusia berdosa yang menyadari akan keberadaan dan kebutuhannya akan keselamatan dari Allah, ini merupakan hadiah yang terbesar dan terindah. Hadiah yang Allah berikan ini bukan hanya untuk bangsa Israel pada waktu itu saja, tetapi juga bagi seluruh umat manusia pada masa sekarang ini. Ini merupakan hadiah segala zaman bagi umat manusia. Seharusnya ini membuat kita bersukacita. Hadiah seperti inilah yang seharusnya kita sadari dan terima saat kita merayakan Natal.
Seharusnya kita tidak perlu lagi mengharapkan dan menantikan hadiah yang lain saat Natal. Karena hadiah yang lain sifatnya fana atau sementara. Inilah hadiah yang terbesar, terindah dan kekal dari Allah bagi kita manusia. Allah datang dalam Yesus Kristus untuk tinggal bersama dengan kita dan menyelamatkan kita manusia dari dosa. Yesuslah hadiah terbesar dan terindah dari Allah bagi seluruh umat manusia untuk segala zaman. Karena itu terimalah Yesus yang telah lahir itu di dalam hati kita sebagai hadiah terbesar dan terindah yang Allah telah berikan kepada kita dan bersyukurlah kepada Allah serta bersukacitalah di dalam Dia yang telah datang untuk menebus dosa-dosa kita dan bahkan berkenan menyertai kita dengan mau tinggal bersama-sama dengan kita (Mat. 1:21-23). Selamat Hari Natal!
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index