Minggu, 11 Oktober 2009
Sola Scriptura

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

      Mengapa gereja yang mewarisi ajaran reformasi menjunjung pengakuan atau doktrin "Solus Christus" (keselamatan hanya di dalam/melalui Kristus)? Apakah hal ini tidak menimbulkan kesan ekslusifisme gereja terhadap yang lainnya? Sampai saat ini, pertanyaan semacam ini terus didengungkan, khususnya oleh mereka yang menganut pluralisme atau liberalisme. Namun bagi kita, penganut ajaran reformasi, doktrin ini sangat penting, karena berkaitan dengan fondasi kepercayaan iman kita. Ini berarti jatuh bangunnya kebenaran iman kita dipengaruhi oleh pengakuan kita tentang Kristus. Untuk mengetahui topik ini dengan benar, marilah kita memperhatikan latar belakang dan aplikasinya.

      (1) Tinjauan Historis & Epistemologis
      Doktrin "Solus Christus" sebenarnya berakar pada ajaran rasuli, bukan bapa reformasi. Misalnya, Kristus adalah satu-satunya Tuhan (Ef. 4:5), la adalahsatu-satunya Kepala Gereja (Ef. 4:15); la satu-satunya Pribadi yang menyatakan Bapa (Yoh. 1 ;18); la satu-satunya Pengantara Allah dan manusia (1Tim.2:5, Ibr. 7:25, 1Yoh. 2:1); dan ajaran rasuli ini bersumber pada ajaran Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan: "Akulah satu-satunya (Yun. "egoeimi ho") Jalan dan Kebenaran dan Hidup."

      Dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris dituliskan: "I am THE Way and THE Truth and THE Life." Karena itu para rasul sebagai utusan Kristus mengajarkan, bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang di dalamnya manusia dapat memperoleh keselamatan" (Kis. 4:12). Namun di dalam sejarah gereja (pasca-rasuli), doktrin ini telah diselewengkan. Ada yang mengajarkan (terutama gereja Katolik Roma), meskipun Yesus satu-satunya Juru Selamat, tetapi tidak salah jika ditambahkan Maria, Bunda-Nya, sebagai pengantara umat kepada Putranya (Yesus); bahkan orang-orang sucifsanto/santa) dapat dijadikan pengantara doa-doa mereka. Maka dalam pertolongan dan kekuatan Tuhan para reformator (terutama Martin Luther, sebagai pembuka jalan reformasi) menegakkan kembali ajaran rasuli "Solus Kristus" di mana Kristus satu-satunya Juru Selamat, Pengantara Allah-manusia dan Kepala atas gereja-Nya. Jadi jika para reformator menekankan "Solus Christus" karena demikianlah Kristus mengajarkannya dan para rasul meneruskannya termasuk gereja reformed hari ini. Maka, pengakuan ini sangat mendasar dan eksklusif karena Tuhan Yesus yang menyatakannya.

      (2) Aplikasi Doktrin "Solus Christus"
      Jika kita percaya Kristus satu-satunya Tuhan, Perantara Juru Selamat dan Kepala Gereja, maka kita tidak perlu berdoa lewat perantara lain (seperti Santo/Santa/Maria). Demikian pula Kristus adalah Pemimpin Tertinggi Gereja dan Juru Selamat umat-Nya, bukannya Pendeta, Pastor, atau Paus. Dengan kata lain, setiap ajaran iman Kristen harus berpusat pada Kristus, di dalam Kristus, dan melalui Kristus saja.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

Hubungi Kami