"Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat." (Kejadian 12:1)
Sejak dari penciptaan, Allah memiliki rancangan untuk memenuhi bumi ini dengan kemuliaan-Nya melalui manusia yang diciptakan-Nya menurut gambar dan rupa Allah sehingga mampu mewujudkan tugas yang diembankan kepadanya. Karena itu Tuhan memerintahkan manusia untuk beranak cucu dan memenuhi bumi ini melalui pelaksanaan seluruh kompetensi manusia dalam mengelola bumi dan isinya ini, sehingga dihasilkan suatu masyarakat dengan kehidupanyang memadai dan baik adanya di dalam sikap hidup yang takut akan Allah.
Namun dalam kenyataannya manusia jatuh ke dalam dosa dengan melawan perintah Allah, sehingga seluruh keturunan manusia telah memberontak terhadap Allah dan bumi ini dipenuhi dengan permusuhan, kebencian dan ketidakadilan. Dengan demikian apakah rencana Allah menjadi 'gagal'? Kita tidak bisa menyimpulkan demikian, sebab Allah menyatakan jalan keluar untuk mewujudkan rencana-Nya yang agung dan mulia itu. Karena itu Dia menyatakan akan terjadinya penebusan melalui pengorbanan Yesus Kristus (Kej. 3:15,21) untuk memberikan pemulihan bagi manusia yang telah berdosa itu dengan mengenakan kembali gambar dan rupa Allah yang diperbaharui di dalam kuasa penebusan Kristus.
Rencana itu dimulai melalui perjanjian Allah kepada Abraham untuk mendirikan suatu umat yang menjadi berkat bagi semua bangsa di seluruh muka bumi ini untuk dipersatukan sebagai manusia yang mempermuliakan Allah dalam kehidupannya, sekalipun ada risiko penolakan suku bangsa terhadap janji Allah itu. Namun demikian Allah tidak akan pernah membatalkan perjanjian-Nya itu hanya karena adanya risiko penolakan manusia, sebaliknya Allah juga tidak pernah memaksudkan perjanjian-Nya itu hanya diperuntukkan kepada suatu bangsa tertentu seperti Israel secara jasmani, sebab rencana Allah itu sangatlah jelas yang bertujuan memenuhi bumi ini kemuliaan-Nya.
Karena itulah rencana itu diwujudkan sepenuhnya dengan kedatangan Yesus Kristus menjadi manusia, dan Dia telah melaksanakan seluruh tugas pemulihan bagi manusia berdosa untuk menjadi umat-Nya. Sebelum terangkat ke sorga, Yesus memerintahkan para murid untuk menjalankan misi Allah dalam pemberitaan Injil agar semua bangsa bertobat dan mendapatkan berkat Allah yang dijanjikan-Nya melalui Abraham, dan mewujudkan secara utuh tujuan mula-mula penciptaan untuk memenuhi bumi ini dengan kemuliaan-Nya. Gambaran keberhasilan pelaksanaan misi Allah itu dinyatakan dalam kitab Wahyu di mana sekumpulan manusia yang tidak terhitung jumlahnya datang menghampiri takhta Allah dan memuliakan-Nya.
Dengan demikian Gereja mengemban tugas yang besar dalam melaksanakan dan mewujudkan misi Allah ini, dan seberapa jauhkah kita sebagai umat Kristen menyadari pentingnya mendukung dan berbagian dalam misi Allah ini. Tidak semua orang Kristen harus menjadi misionari yang pergi ke daerah ataupun negeri lainnya dalam menjalankan mandat misi, namun setiap orang Kristen adalah misionari dalam kehidupannya dengan memancarkan kesalehan rohani untuk membawa jiwa yang tersesat kepadaTuhan. Maukah kita berbagian bersama dalam Misi Allah ini?
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index