Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." (Matius 14:17-18)
Mujizat ini merupakan mujizat paling terkenal dari seluruh mujizat yang dilakukan Yesus dan satu-satunya yang dicatat dalam keempat Injil. Gambar roti dan ikan yang sering nampak dalam peninggalan gereja mula-mula menunjukkan bahwa orang-orang Kristen pada masa awal sangat interes perkara ini.
Signifikansi mujizat ini terutama bagi para murid Yesus, la mempersiapkan mereka untuk melayani orang banyak pasca kenaikanNya ke surga. Mereka akan memberi makan kepada orang banyak dengan makanan rohani (Firman) yang berasal dari Tuhan sendiri dan harus selalu bergantung kepadaNya. Begitu pula setiap pelayan Kristen masa kini harus selalu bergantung pada Kristus dalam hidup dan pelayanannya.
Manusia memiliki banyak kebutuhan dan hanya Kristus yang sanggup memenuhi kebutuhan tersebut,terutama kebutuhan hidup kekal.Sedangkan para murid (seperti kita) cenderung bersikap tak acuh, sembrono, asal-asalan dan membuat orang lebih jauh dari Kristus. Hal itu karena kita cenderung tergantung pada kekuatan diri sendiri. Ada beberapa pelajaran menarik dari nas ini bagi kita yang melayani Tuhan (hamba Tuhan/Majelis, Pengurus, Pekerja dan Jemaat).
1. Pelayanan berdasarkan perintah atau panggilanTuhan ("Kamu harus memberi mereka makan"). Pelayanan gerejawi bukan karena kehendak manusia, mencari keuntungan, gengsi, kuasa, dsb.tetapi karena panggilan Tuhan dan demi kemuliaanNya.
2. Para pelayanan harus mengakui ketidakmampuannya ("yang ada pada kami ..hanya lima roti dan dua ikan"). Sering Tuhan mengijinkan kita dalam keterpojokan agar kita bersandar kepadaNya bukan pesimis dan putus asa seperti para murid saat itu. Dalam kelemahan kita kuasaNya bekerja semakin nyata. Dunia mengagungkan "kebesaran" dan menghina "yang kecil". Gereja ikut-ikutan berlomba menjadi besar dari segi fisik, menara yang tinggi kemegahan, dsb. Namun Allah menghargai "kawanan kecil" (Luk. 12:32) serta "5 roti dan 2 ikan."
3. Kristus adalah pemimpin dalam pelayanan ("bawalah kemari kepadaku") Jika Yesus yang memimpin pelayanan maka pasti ada pertolongan dalam segala perkara yang sulit. Hal kecil yang diserahkan kepada Kristus dapat memenuhi kebutuhan orang banyak. Kita mungkin kecil dalam hal: uang, talenta, kesempatan dsb. namun jika diserahkan kepada Kristus maka dapat melakukan perkara besar.
4. Para pelayan harus dibimbing Kristus ("lalu murid-muridNya membagi-bagikannya kepada orang banyak"). Para pelayan Kristen bukan tuan dalam gerejaNya melainkan pada "hambaNya". Para murid memberi roti dan ikan yang mereka terima dari Yesus sendiri.
5. Hasil pelayanan yang berkelimpahan ("dua belas bakul penuh"). Kristus saja yang sanggup memenuhi kebutuhan hidup kita, khususnya hidup kekal. Pelayanan yang dibimbing Kristus dan bergantung kepadaNya akhirnya akan berhasil dengan berkelimpahan demi kemuliaanNya.
Semoga FirmanNya dapat menjadi Firman hidup dalam diri dan pelayanan kita semua. Soli Deo Gloria.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index