Minggu, 10 Mei 2009
Ibu yang Dipimpin Roh Kudus

"Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata." (Amsal 31:10)

      Meskipun Alkitab ditulis dengan latar belakang Patriakh (suatu budaya yang menekankan kepada kekuasaan/otoritas laki-laki), namun Alkitab juga banyak berbicara tentang peran para wanita. Ini menunjukkan bahwa budaya Yahudi yang patriakh tidak mewakili cara Allah memandang wanita. Wanita sama pentingnya dengan laki-laki di mata Allah. Wanita adalah suatu makhluk yang unik yang didptakan Allah untuk menjadi penolong bagi kaum pria. Ini berarti, dalam diri seorang wanita tersimpan suatu potensi yang besar. Potensi itu dapat membangun tetapi pada saat yang sama dapat menghancurkan. Maka tidak heran pepatah mengatakan "behind the success or the fall. of man there is a woman" (di balik keberhasilan atau kejatuhan seorang laki-laki, di sana pasti ada seorang wanita).

      Potensi yang Allah berikan dalam diri seorang wanita dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya hanya bila ia menyerahkan hidupnya secara total kepada Tuhan. Salah satu wujud penyerahan hidup ini adatah senantiasa hidup yang penuh dengan Roh. Apa signifikansi hidup yang dipenuhi Roh Kudus?

      1. wanita yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus, ia akan menjadi berkat dalam keluarganya. Amsal 31 mencatat figur seorang wanita yang dipimpin Roh Kudus, la mengerti panggilannya dan tugasnya sebagai istri dan seorang ibu yang baik. Ada beberapa kriteria yang digambarkan dalam Amsal 31 ini. la bangun malam metayani keluarganya, juga ia memperhatikan kaum yang tertindas. Dari mulutnya keluar kata-kata yang berhikmat. Wanita yang demikian dikatakan ia adalah wanita yang berbahagia.

      2. wanita yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus, ia akan menjadi berkat dalam pelayanannya. Alkitab banyak berbicara tentang wanita yang dipakai oleh Tuhan. Priskila misalnya dipakai Tuhan dalam masa perkembangan gereja. la adalah salah satu rekan kerja Paulus yang pelayanan sangat diberkati Tuhan.

      Memperingati hari ibu ini, marilah kita merenungkan kembali panggilan kita sebagai istri dan ibu di tengah-tengah keluarga dan pelayanan kita.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

Hubungi Kami