| Minggu, 03 Mei 2009
Roh Kudus yang Diabaikan
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para rasul 1:8)
Mengabaikan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita merupakan kerugian besar bagi diri kita sendiri maupun bagi gereja. Lebih dari itu kita telah menyia-nyiakan karunia Roh Kudus yang berharga dalam hidup kita (Rm. 5:5; 1Kor. 6:19). Sebab Allah telah mengaruniakan kepada manusia, tidak ada yang lebih berharga daripada kehadiran Roh Kudus secara permanen dalam hati kita (2Kor. 1:22; 2Tim. 1:14). Kita tidak perlu kuatir, takut, cemas, gelisah, bingung, resah, putus asa, maupun duka, juga tidak perlu can dukun, paranormal, ahli nujum, pejampi atau bawa jimat-jimat segala, sebab kuasa-Nya, penghiburan-Nya, pertolongan-Nya, dan penyertaan-Nya tak terhingga dan sempurna dalam diri kita. Yang penting adalah kita jangan mendukakan Roh Kudus Allah (Ef. 4:30), juga jangan memadamkan pekerjaan Roh (1Tes. 5:19), apa lagi menentangdan menghujat Roh Kudus, tiada ampun bagimu (Mat. 12:31-32). Karena itu janganlah mempermainkan dan mengabaikan pekerjaan Roh Kudus, sebaliknya kita harus mengundang Roh Kudus yang dinamis berkarya dengan leluasa dalam hidup kita.
Peran Roh Kudus sangat suci dan mulia, la "menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman" (Yohanes 16:7-11). Setiap orang yang memiliki "kesadaran akan dosa dan mau bertobat, ia bukan hanya akan mengalami hidup baru bahkan ia akan terhindari dari hukuman Allah. Begitu kita diselamatkan dan menjadi milik Allah, Roh Kudus berdiam di dalam hati kita untuk selamanya, memeteraikan kita dengan meneguhkan, mengesahkan dan menjamin keadaan kekal kita sebagai anak-anak-Nya.
Peran Roh Kudus dalam kehidupan kita sebagai Penolong, Penghibur dan Penuntun. Yesus berkata, "Aku akan meminta kepada Bapa, dan la akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya la menyertai kamu selama-lamanya" (Yohanes 14:16) Pengertian "Penolong" berarti seseorang yang dipanggil untuk mendampingi dan untuk berjalan bersama. Kala kita susah, sedih atau duka la hadir sebagai penghibur kita yang melampaui kata-kata manusia. Ketika kita salah jalan, Roh Kudus mengarahkan dan menuntut kita ke jalan yang benar, la adalah Roh kebenaran, kita tidak akan disesatkan selama kita mau dipimpin oleh Roh Kudus (Gal. 5:25).
Peran yang lain adalah pemberi karunia. 1 Korintus 12 menggambarkan karunia-karunia rohani yang diberikan kepada orang-orang percaya agar kita dapat menjalankan fungsi sebagai tubuh Kristus dalam dunia. Semua karunia ini, baik besar maupun kecil, adalah pemberian Roh Kudus agar kita dapat menjadi duta besar-duta besar-Nya kepada dunia. Itu sebabnya pada hari Pentakosta Roh Kudus dicurahkan kepada murid-murid supaya mereka beroleh kuasa dari Roh kudus untuk bersaksi dan memberitakan Injil kepada semua orang yang belum percaya. Baik orang Yahudi, Yunani, orang barbar, orang berhikmat, maupun orang bodoh, mereka membutuhkan Injil keselamatan. Sebagai orang percaya kita bukan hanya memiliki Roh Kudus dalam hati kita, lebih dari itu, kita melihat betapa besar peran Roh Kudus dalam hidup kita. Hendaknya kita mengaktifkan pekerjaan Roh Kudus, bukannya mengabaikan atau memadamkan pekerjaan-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index
|
|