"...harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya... dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:22, 24)
Seorang kakek memberikan kepompong kepada seorang anak dan berpesan agar menyimpannya dalam lemari kaca karena suatu hari dari kepompong itu akan lahir kupu-kupu. Ya inilah yang disebut metamorfosis suatu proses perubahan dari ulat menjadi kepompong dan dari kepompong menjadi kupu-kupu.
Paulus mengingatkan dan menegaskan kepada jemaat Efesus akan status mereka bahwa mereka bukan lagi ulat (manusia lama) tapi kupu-kupu (manusia baru) dan ini terjadi karena anugerah Allah melalui mengenal Kristus, mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia, oleh sebab itu Paulus meminta mereka untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (ayat 17-24).
Pemahaman yang benar seyogyanya menghasilkan perilaku yang benar, karena itu Paulus meminta mereka untuk menunjukkan citra diri sebagai orang yang sudah didptakan baru yaitu: Membuang dusta dan berkata yang benar (ayat 25); bila marah tapi jangan berbuat dosa dengan kemarahan yang membabi buta dan berkepanjangan (ayat 26-27); para pencuri tidak boleh mencuri lagi tapi harus bekerja keras bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan tapi bisa memberi kepada orang lain yang berkekurangan (ayat 28); berkata-kata yang baik untuk membangun pendengar bukan sebaliknya berkata-kata kotor, busukyang bisa mendukakan Roh Kudus (ayat 29-30); membuang segala kepahitan, kegeraman yaitu emosi yang meletup-letup, kemarahan seperti api dalam sekam, pertikaian yaitu beda pendapat sambil naik pitam dan berteriak-teriak, fitnah yaitu berbicara jahat tentang seseorang sampai merugikan nama baiknya dan segala kejahatan, sebaliknya diminta bersikap ramah, kasih seperti Kristus (ayat 31-32).
Firman Tuhan ini bukan hanya berlaku bagi jemaat Efesus pada waktu itu, tetapi berlaku juga bagi kita jaman ini. Bila kita sudah mengaku memiliki pengenalan (Theologia) yang benar kepada Kristus, mari... kita berikan bukti (Etika) kehidupan kristen yang indah dilihat, seperti orang melihat keindahan warna kupu-kupu. Dan bukan sebaliknya.. mendengar perkataan kita, melihat tingkah laku kehidupan kita, orang merinding seperti orang yang jijik melihat ulat.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index