Minggu, 22 Maret 2009
Adam dan Kristus

"Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar." (Roma 5:19)

      Carl Henry seorang pemikir Kristen yang tajam, kritis terhadap isu-isu kontemporer dan kontribusi pandangan-pandangan Injili yang alkitabiah. Sewaktu dia masih jadi mahasiswa di Wheaton College, dia sangat kagum pernyataan Gordon Haddon Clark profesornya, "Sebuah agama yang memuaskan haruslah memuaskan. Tetapi memuaskan apa dan mengapa? Misteri-misteri Yunani memuaskan emosi; kekuatan jahat bisa memuaskan keinginan' tetapi kekristenan memuaskan intelek karena benar, dan kebenaran adalah satu-satunya kepuasan kekal." Paulus menjelaskan kebenaran tentang Adam dan Kristus sebagai representatif manusia kepada orang-orang di Roma, supaya mereka puas secara intelek dan secara doktrinal. Baik persamaan status maupun perbedaan secara esensial antara Adam dan Kristus.

      Persamaan status Adam dan Kristus bersifat mewakili. Adam adalah nenek moyang semua umat manusia. Paulus menekankan suatu fakta tentang akibat pelanggaran Adam sebagai leluhur manusia telah menjangkit semua keturunannya, "Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa" (Rm. 5:12). Kosa kata satu dan semua orang mendapat tekanan khusus dari penjelasan Paulus, bahwa perbuatan/pelanggaran dosa yang oleh satu orang yang berdampak kepada semua orang. Tidak terkecuali, semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23). Jadi manusia pada hakekatnya senasib dengan Adam, tetapi manusia juga senasib dengan Kristus. Adam adalah gambaran Kristus yang akan datang. "Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karuniaNya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus" (Rm. 5:15). Persamaan status keduanya bersifat mewakili. Perbuatan satu orang berakibat bagi semua orang. "Sebab jika oleh dosa satu orang maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus" (Rm. 5:18).

      Perbedaan Adam dan Kristus. Adam gagal menjadi wakil manusia yang dikehendaki Allah. Paulus menyebut ketidaktaatan Adam yang digambarkan dalam Kejadian 3. Ulah ketidaktaatan Adam terhadap hukum/perintah Allah telah menjadikan dia sebagai wakil yang gagal. Sebagai kontrasnya, Kristus berhasil menjadi wakil seperti yang dikehendaki Allah untuk menggantikan Adam yang tidak taat. "Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi benar" (Rm. 5:19). Ketaatan Kristus membawa pembenaran, yaitu ketaatan kepada Allah yang telah menentukan Dia menjadi jalan pendamaian (Rm. 3:25; 2Kor. 5:19). Pendamaian oleh satu orang telah membawa pembenaran bagi semua orang dan oleh satu orang itu juga mendatangkan kasih karunia yang berlimpah-limpah.

      Adam pertama merusak rencana Allah dan telah gagal menjadi wakil yang dikehendaki Allah, setiap orang akan mati karena ketidaktaatannya. Namun Adam kedua yaitu Kristus karena ketaatan-Nya telah membawa hidup bagi semua orang. Dalam 1Kor. 15:22 mengatakan, "Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus."


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

Hubungi Kami