"TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.” (Mazmur 145:9)
Mazmur 145 ini merupakan puji-pujian Raja Daud untuk kemurahan dan kebaikan Tuhan yang dia sudah rasakan, lihat dan alami dalam hidupnya. Pengalaman pribadi dia bersama Tuhan membuahkan suatu ketekadan bahwa “Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji namaMu untuk seterusnya dan selamanya” (ayat 1-7). Kebaikan Tuhan nyata di dalam:
1. Penciptaan-Nya
Ketika kita memandang alam semesta beserta isinya, termasuk diri kita yang hanya “setitik debu” (Mzm. 8); sungguh luar biasa Allah kita yang telah menciptakannya. Keindahan, kedahsyatannya, keteraturannya, semua itu menunjukkan kebaikan Tuhan bagi kita.
2. Pemeliharaan-Nya
Permulaan penciptaan dari hari I s/d VI, urut-urutannya penciptaan itu semua menunjukkan kebaikan Tuhan. Manusia walaupun makhluk paling mulia dibanding ciptaan yang lain, diciptakan terakhir, hal ini karena manusia untuk menunjang kehidupannya memerlukan air, matahari, tanaman/tumbuhan, binatang. Maka sebelum manusia diciptakan, sarana untuk manusia bisa hidup, Tuhan ciptakan terlebih dahulu. Bukankah ini adalah salah satu bukti pemeliharaan Tuhan yang sempurna dan semua itu baik adanya. Pemeliharaan Tuhan juga diwujudkan dalam mencukupkan kebutuhan manusia (ay. 14-19).
3. Rancangan-Nya
Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera bukan kecelakaan, walaupun hari ini kita tidak tahu maksud dan rencana Tuhan bagi kita, yang pasti bahwa Tuhan tidak penah salah bahkan Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. (Yeremia 29:11; Roma 8:28)
4. Janji-Nya
“Tuhan setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya” (Mzm. 145:13b). Janji Tuhan adalah ya dan amin, Tuhan tidak pernah ingkar janji atau lupa akan janji yang pernah diucapkan-Nya. Dia adalah Allah yang setia dalam perkataan-Nya.
Mari kita puji, agungkan dan muliakan Dia, karena kebaikan-Nya dan jangan sia-siakan kebaikan-Nya bagi kita. Bersyukur dan ceritakanlah kebaikan Allah kita. Amin.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index