Minggu, 24 Agustus 2008
Kerinduan Bagi yang Terhilang

"Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai." (Yohanes 4:35 )

      Percakapan antara Tuhan Yesus dengan seorang perempuan Samaria dalam Injil Yohanes ini, merupakan sebuah teladan yang Tuhan berikan kepada para murid-Nya, yaitu bagaimana Tuhan Yesus "harus" melintas ke daerah Samaria (Yoh. 4:4). Secara geografis, mereka yang melintas dan Galilea menuju ke Yudea, memang harus melalui daerah Samaria. Namun hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh orang Yahudi, karena orang Yahudi menganggap orang-orang Samaria adalah orang yang kafir. Sebab itu pada umumnya orang Yahudi mengambil jalan memutar apabila mereka berjalan dari Galilea menuju ke Yudea. Sebab itu percakapan antara Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria merupakan intervensi (campur tangan) Allah untuk menyelamatkan bangsa yang terhilang. Dan hasil dari percakapan tersebut, Alkitab menunjukkan bahwa melalui perempuan Samaria ini maka ada banyak orang Samaria yang lain yang bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dunia (Yoh. 4:39-42).

      Ayat 35 merupakan bagian dari percakapan antara Tuhan Yesus dengan para murid-Nya, yang pada waktu itu mengajak Tuhan Yesus untuk makan roti. Melalui percakapan tersebut Tuhan Yesus membuka wawasan yang baru bagi para murid-Nya yaitu mengenai ladang yang sudah siap untuk di tuai. Di sini Tuhan Yesus hendak menunjukkan bahwa ada banyak orang seperti perempuan Samaria tersebut. Mereka mengalami ketidakpuasan dalam hidupnya, mencari-cari kepuasan yang sia-sia dan mengalami keputusasaan yang mendalam. Mereka sebenarnya sudah siap untuk dimenangkan bagi Kristus. Persoalannya adalah apakah kita rela untuk menyampaikan berita keselamatan dan kepuasan hidup yang sejati di dalam Kristus kepada mereka? Tuhan Yesus di sini sekali lagi mengobarkan semangat untuk memiliki hati yang berbelas kasihan bagi mereka yang terhilang. Itu berarti menetapkan sebuah komitmen dalam hidup kita untuk senantiasa merindukan yang terhilang untuk diselamatkan.

      Ayat 35 menunjukkan sebuah peringatan (warning) bagi para murid-Nya, yaitu ada suatu masa tertentu, yang apabila tidak diperhatikan dengan baik maka waktu menuai itu akan berlalu. Demikian juga dengan kehidupan kita mengabarkan Injil Tuhan. Ada saatnya tuaian itu melimpah dan siap untuk dituai. Oleh sebab itu peran kita sebagai seorang Penuai di ladang-Nya, merupakan suatu peran yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Apabila saat ini kita sedang mengabaikan peran penting dalam hidup kita sebagai penuai-penuai pada zaman ini, mari kita rela untuk kembali memfokuskan diri kepada tugas agung tersebut. Tuhan rindu menyelamatkan mereka yang terhilang melalui hidup kita masing-masing. Siapkan diri dan jadilah Penuai dalam ladang-Nya. Tuhan yang memanggil, Tuhan yang mengutus dan Tuhan yang melengkapi. Amin


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2014 GKA Gloria
 

Hubungi Kami