Minggu, 20 Juli 2008
Perasaan Tenang Dekat Dengan Allah

"Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku." (Mazmur 62:2)

      Mazmur 62 ditulis oleh Raja Daud saat kepemimpinannya mengalami persoalan yang begitu berat. Yaitu anaknya sendiri, Absalom mengadakan kudeta melawan dirinya (2 Samuel 15:12-14). Daud sangat terguncang dalam hatinya. Ketenangan yang selama ini telah diperoleh karena adanya kekuatan militer, kedudukan yang tinggi dan kelimpahan harta kekayaan menjadi tidak ada nilainya. Raja Daud beserta keluarga dan para tentaranya harus melarikan diri dan Yerusalem.

      Di saat-saat demikian gawat, maka setelah Daud mengatur dan menyelamatkan keluarganya, dirinya pergi ke puncak bukit, tempat orang sujud menyembah kepada Allah (2Sam. 15:32). Sebab itu kalimat pertama yang ditulis dalam Mazmur 62:2,6 adalah "Hanya dekat Allah saja aku tenang". Itu berarti Allah adalah satu-satunya sumber ketenangan yang sejati dalam hidupnya. Di tengah-tengah rasa kuatir akan keselamatan Absalom, kebimbangan hatinya untuk kembali ke Yerusalem (berarti harus mengalahkan anaknya, Absalom) dan rasa kehilangan yang begitu mendalam ketika Absalom benar-benar mati, Daud menunjukkan bagaimana sebuah kehidupan yang sungguh dekat dengan Allah.

      Daud menunjukkan bahwa di tengah situasi dan kondisi yang sulit, Daud tetap beriman (mempercayakan diri) kepada Allah, "Gunung batu dan keselamatannya". Daud percaya bahwa Allah sebagai Allah yang berdaulat yang juga akan menyelamatkan kehidupannya. Selain itu, Daud juga terus berharap akan pertolongan Allah, meskipun selama pelariannya mendapat ejekan dan kutuk dari orang lain. Dan yang mengagumkan adalah sampai akhir persoalan tersebut, Daud tetap setia kepada Allah. Daud tidak tergoda untuk mencari pertolongan dari luar. Ayat 9 merupakan bukti dari kesetiaan Daud kepada Allahnya.

      Di tengah zaman yang semakin sulit dan penuh persaingan yang tidak sehat serta kekacauan hidup umat manusia, kepada siapa kita mencari ketenangan? Daud berkata, "Hanya dekat Allah saja, aku tenang." Tuhan Memberkati.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2014 GKA Gloria
 

Hubungi Kami