Sabtu, 03 Maret 2012
Waspadai Tipu Daya Dosa

Bacaan hari ini: Amsal 1:10-19
“Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut.” (Amsal 1:10)

Hal yang paling sulit bagi kita untuk menghindari dosa adalah, ketika dosa itu dibungkus sedemikian rupa dengan “jubah kebenaran,” dan “keuntungan yang nampaknya wajar-wajar saja, karena orang lain juga melakukannya.” Inilah tipu daya dosa, yakni sulit untuk dikenali, tetapi bukan berarti tidak dapat diketahui.

Penulis kitab Amsal mengingatkan, bahwa “tipu daya dosa,” harus terus-menerus diwaspadai, sekalipun disampaikan oleh orang-orang yang termasuk dalam kelompok “umat Tuhan.”

Pertama, firman Tuhanlah yang dapat menolong kita membedakan yang benar dari yang salah. Penulis Amsal menyapa pembaca amsalnya dengan sebuatan: “Anakku.” Sebutan ini jelas menyiratkan bahwa kita bukanlah orang yang sudah memiliki pengalaman hidup yang baik; bahkan kebal terhadap tipu daya dosa. Sekalipun ungkapan “anakku” dapat saja ditujukan kepada orang-orang muda, tetapi karakteristiknya mungkin saja menunjuk kepada kita yang “kurang pengalaman.” Karena itu, penulis Amsal mengingatkan, agar kita terus-menerus mendengarkan didikan dan nasihat firman Tuhan, melalui peran dan tanggung jawab orangtua (bdk. ay. 1-2). Hanya dengan bercermin kepada firman Tuhan sajalah, kita dapat mengetahui, apakah nasihat seseorang itu benar atau salah, sekalipun orang tersebut menyebut dirinya: “umat Tuhan.”

Kedua, janganlah bermain-main dengan dosa. Penulis kitab Amsal ini tidak saja mengajak kita untuk berpegang pada firman Tuhan, tapi kita tidak boleh berkompromi atau “bermain-main dengannya.” Ungkapan “jangan engkau menuruti,” merupakan penegasan sikap, agar kita tidak sejengkal pun melangkahkan kaki kita untuk mengikutinya. Ini berarti, kita tidak perlu mendengarnya, atau paling tidak, kita tidak perlu meresponinya. Mungkin kita bertanya, “tidakkah sikap ini arogan, jika yang berbicara kepada kita adalah orang tua atau rohaniwan?” Jika kita membuka peluang kepada nasihat yang tidak sesuai firman Tuhan, kita akan sulit menarik kaki kita ke luar. Itu sebabnya, penulis Amsal berkata: “jangan engkau menurutinya.”

STUDI PRIBADI: Bagaimana kita dapat membedakan bahwa satu ajaran atau nasihat seseorang itu benar? Mengapa kita tidak boleh bermain-main dengan dosa?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi jemaat agar mereka tidak mudah terpengaruh dengan hasutan dan ajakan untuk melakukan dosa, tetapi tetap setia melakukan perintah Tuhan, sehingga hidup mereka berkenan kepada Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami