Selasa, 24 Januari 2012
Pembentukan Tuhan

Bacaan hari ini: Yeremia 18:1-11
“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” (Yeremia 18:4)

Orientasi kehidupan umat Tuhan tidak pernah dibentuk berdasarkan kehendak dan kemauan mereka sendiri, tetapi menurut kehendak dan rencana Tuhan. Alasannya, karena “Tuhanlah yang Empunya mereka.” Konsekuensi kondisi ini adalah, jika kita sebagai umat-Nya tidak hidup sesuai kehendak dan rencana-Nya, maka Ia memiliki hak untuk membentuk kita kembali, agar sesuai rencana dan apa yang baik menurut pemandangan-Nya.

Inilah yang terjadi atas bangsa Israel. Sebagai umat Tuhan, Israel gagal hidup sesuai dengan kehendak Allah; bahkan mereka memberontak dan menyedihkan hati-Nya. Bagaikan sebuah bejana, bangsa Israel tidak menghasilkan bejana yang dikehendaki sang tukang periuk. Sebenarnya, bejana yang demikian bisa saja dibuang dan diinjak-injak orang; tetapi sang tujang periuk tidak melakukannya. Sebaliknya, ia memilih untuk kembali membentuknya. Pilihan sang tukang periuk untuk membentuk kembali bejana yang rusak, tentu tidak berdasarkan pada nilai dari bejana tersebut, tetapi semata-mata hanya karena kemurahannya saja. Karena kebesaran hati tukang periuklah, yang membuat bejana tersebut memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik. Demikian pula kita! Hanya karena kemurahan dan belas kasihan Tuhan saja, kita diberi kesempatan. Sang Penjunan kembali membentuk kita, menjadi bejana yg lebih baik, sesuai pemandangan-Nya.

Jika di tahun lalu, kita berlaku tidak setia kepada Tuhan; hidup menurut kehendak diri sendiri; sehingga banyak peristiwa yang Tuhan pakai untuk menyadarkan dan membentuk kita kembali melalui firman dan Roh Kudus-Nya; maka marilah di tahun yang baru ini, kita mau belajar taat pada-Nya. Jangan sampai murka-Nya membara atas kita, sehingga kita ditempa-Nya sangat hebat. Seperti perkataan Tuhan, “Apabila bangsa yang terhadapnya siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Ku rancangkan itu terhadap mereka” (Yer. 18:8). Bersyukurlah atas kesabaran dan pembentukan-Nya!

STUDI PRIBADI: Siapakah yang menentukan orientasi hidup kita sebagai umat Tuhan? Apa yang akan Tuhan lakukan, jika kita tidak menjadi bejana sesuai kehendak-Nya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar di tahun yang baru ini, mereka tidak lagi menyia-nyiakan kehidupan yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Sebaliknya, mereka hidup semakin berkenan kepada Allah.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2014 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami