Senin, 09 Januari 2012
Mengapa Orang Kristen Menderita? (2)

Bacaan hari ini: Ayub 2:7-8
“Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.” (Ayub 2:7)

Mengapa orang Kristen menderita? Sebagaimana tertulis di dalam Ayub 2:7-8, penderitaan merupakan akibat dari serangan si Iblis, dan rekan-rekannya. Pada awal kehidupannya, Ayub adalah orang yang bahagia. Ia mempunyai harta yang banyak, anak-anak yang sehat, dan hubungan Ayub dengan istrinya juga harmonis. Tetapi, kemudian Ayub diserang oleh si Iblis. Seluruh hartanya ludes, anak-anaknya mati, seluruh badannya penuh dengan penyakit, dan hubungannya dengan istrinya pun retak. Bayangkan saja, untuk mengurangi rasa gatalnya, Ayub mengambil sekeping beling untuk mengaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu. Jelas, ini merupakan suatu penderitaan yang mengerikan.

Demikian pula dengan Yusuf, yang menjadi korban kecemburuan saudara-saudaranya. Ketika ia mengantar makanan untuk mereka, bukan ucapan terima kasih yang diperoleh, tapi malah ditangkap lalu dimasukkan ke dalam sumur, dan dijual sebagai budak ke Mesir. Ini berlaku sebuah pepatah yang mengatakan, “Air susu dibalas dengan air tuba.” Tentunya, hari-hari yang Yusuf lewati adalah sangat berat dan penuh penderitaan. Kemudian, setelah ia bekerja di rumah Potifar dan posisinya semakin baik, namun karena ia menolak melakukan perzinahan, kembali ia difitnah oleh istri majikannya, dan menderita merasakan kehidupan di penjara lagi (Kej. 39:1-23).

Penderitaan Ayub dan Yusuf mempunyai kemiripan. Mereka menderita bukan karena dosa mereka, tapi diserang oleh Iblis atau orang-orang jahat. Tapi, karena Ayub dan Yusuf tetap setia pada Tuhan, maka setelah genap waktu pengujian Tuhan, kedua orang itu dipulihkan. Ayub akhirnya memiliki harta yang lebih banyak dari sebelumnya. Ia juga dikaruniai putra-putri. Demikian pula Yusuf, setelah lulus ujian, ia ditinggikan Tuhan dan menjadi orang kedua yang paling berkuasa di Mesir. Kesetiaan Ayub dan Yusuf ini merupakan bukti bagi Iblis dan orang-orang di dunia, bahwa hanya dengan keterikatan lebih dalam seseorang dengan Tuhan, seseorang akan mampu bertahan dalam kondisi sesulit apapun.

STUDI PRIBADI: Apakah yang membuat seseorang mampu bertahan dari serangan Iblis? Mengapa Tuhan mengizinkan umat-Nya mendapatkan pencobaan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka hidup dekat dengan Tuhan dan firman-Nya, sehingga setiap waktu dan kehidupan yang mereka jalani, merupakan kehidupan yang bertumbuh di dalam Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami