Bacaan hari ini: Yohanes 1:11, 3:16, 17:4
“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” (Yohanes 1:11)
Dalam melayani Tuhan, sedikitnya ada 2 fokus yang berbeda; yang pertama, berfokuskan pada diri sendiri (man-centered); sedangkan yang kedua adalah berfokus pada Allah (God-centered). Jika kita melayani Tuhan dengan berfokus pada diri sendiri, maka kita akan mudah terjebak pada sikap “mengasihani diri.” Ketika pelayanan yang kita lakukan tidak sesuai dengan harapan, maka kita akan menuntut orang lain untuk mengerti diri kita. Sebaliknya, jika kita berfokus pada Allah dan melakukan pelayanan bagi Dia, maka kita tidak akan meminta orang lain untuk mengasihani atau menghargai diri kita, sebab pada Tuhan saja, kita bertanggung jawab. Karena itu, tidak ada alasan lain bagi kita, kecuali menyukakan hati Tuhan dalam pelayanan.
Pernahkah kita bertanya: “Mengapa Kristus rela menjadi manusia?” Anselmus pernah berkata: “Cur Deus Homo?” (Mengapa Allah menjadi manusia?). Jika kita mencari jawabannya pada manusia, akan ada banyak alasan bagi Kristus untuk tidak menjadi manusia (berinkarnasi); sebab dalam inkarnasi-Nya, manusia menolak Dia; Kristus yang seharusnya dimengerti, dipuji, dihormat, justru dihina oleh manusia; bahkan disalibkan di atas kayu salib! Jika fokus inkarnasi Kristus adalah mencari pujian dari manusia atau mengasihani diri-Nya sendiri, maka akan ada banyak alasan bagi Dia untuk tidak berinkarnasi.
Alasan apa yang membuat Kristus tetap berinkarnasi, sekalipun Dia tahu bahwa pelayanan yang dilakukan-Nya mendatangkan kehinaan, ketidakpedulian dan kebencian bagi diri-Nya? Jawabannya adalah: (1) Dia menyatakan kasih Bapa kepada kita (Yoh. 3:16); (2) Dia memuliakan Bapa-Nya (Yoh. 17:4). Fokus pelayanan Yesus adalah, “to God be the glory.”
Bagaimana dengan kita? Jika fokus pelayanan kita adalah manusia, maka kita akan mudah kecewa; tetapi jika fokus perlayanan kita adalah memuliakan Allah, maka kita akan tetap tegar untuk melayani Dia, meski manusia mengecewakan kita. Marilah kita melayani Tuhan dengan fokus: kemuliaan hanya bagi Dia!
STUDI PRIBADI: Apa yang membuat Kristus tetap berinkarnasi, meski banyak kekecewaan dan penderitaan akan dialami-Nya? Apa dampaknya, jika kita berfokus pada manusia?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa untuk para majelis, pelayanan Tuhan dan pengurus gereja masing-masing, agar mereka melayani bukan berfokus pada manusia, tapi berfokus pada Tuhan, sehingga mereka tetap tegar dalam pelayanan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index