Sabtu, 02 Oktober 2010
Hubungan Ibadah dan Hati Nurani (2)

Bacaan hari ini: Matius 5:25-26
“Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan...” (Matius 5:25)

Hubungan ibadah dengan fungsi hati nurani ini tidak hanya berkaitan dengan hubungan antar sesama (ay. 23-24), yang kemungkinan besar ditujukan kepada “sesama Israel” sebagai umat Tuhan, tetapi hubungan ibadah dengan fungsi hati nurani meluas sampai pada hubungan antar sesama manusia. Ayat ini, 25-26, menegaskan pemahaman yang komprehensif mengenai fungsi hati nurani dan ibadah dalam kaitannya dengan sesama manusia, sehingga Tuhan memerintahkan umat-Nya agar “segera berdamai dengan musuhmu” dan “membayar lunas hutangmu.” Pernyataan “berdamai dengan musuhmu” ini mengindikasikan kebiasaan bangsa Israel yang menganggap suku bangsa lain sebagai musuh, apalagi jika memusuhi mereka. Dari sini, Tuhan ingin kita membereskan hubungan antar sesama manusia sekalipun berbeda bangsa.

Sekalipun kedua ayat ini tidak membicarakan masalah ibadah seperti dua ayat sebelumnya, tapi konteks pembicaraan masih tentang hal ibadah dengan fungsi nuraninya. Memang sangat mengherankan jika umat Tuhan memiliki musuh; bukankah Tuhan memerintahkan umat untuk mengasihi musuh? Tuhan tidak menginginkan adanya permusuhan antara umat-Nya dengan orang lain yang dapat mengakibatkan perselisihan sampai kepada peradilan dan pemenjaraan, sehingga ibadah umat-Nya menjadi terhalang. Bahkan, terjadinya perkara atas diri umat-Nya adalah merupakan hal yang memalukan dan memilukan, apalagi sampai kepada pemenjaraan yang menandakan kekonyolan, sebab bukankah umat Tuhan akan “ikut serta” dalam mengadili dunia (1Kor. 6:1-9)?

Konteks yang lebih besar dari kedua ayat ini sebenarnya terkait erat dengan masalah “jangan membunuh” yang dijabarkan Tuhan dalam ayat 21-22. Karena permusuhan adalah bagian dari pembunuhan karakter antar sesama manusia yang seharusnya dihindari dan dikalahkan umat Tuhan. Demikian pula permasalahan yang terjadi antara sesama umat (ay. 23-24) masih ada dalam konteks masalah pembunuhan dan kemarahan manusia yang dapat menghalangi makna kemurnian ibadah umat Tuhan.

STUDI PRIBADI: Mengapa kita harus berdamai dengan musuh kita sebelum menjalankan ibadah kepada Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi setiap orang Kristen agar mereka tidak menyimpan kebencian atau kesalahan orang lain sehingga hidupnya menjadi pahit, melainkan rela berdamai sebagai respons imannya kepada Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami