Bacaan hari ini: Matius 5:23-24
“ ...pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”
(Matius 5:24)
Sesudah mengajarkan maksud pembunuhan yang dikaitkan dengan kemarahan, Yesus melanjutkan dengan pelaksanaan ibadah dalam hubungannya dengan hati nurani. Ibadah bukanlah sekadar ritual jasmaniah dengan berbagai macam aturan keagamaan, ataupun perayaan keagamaan dengan mengutamakan kemegahan lahiriah, sebab Tuhan memandangnya dengan penuh kejijikan (bnd. Yes. 1:10-13). Ibadah bukan sekadar ketaatan lahiriah dari masing-masing individu maupun kelompok dalam menunaikan kewajiban agamanya, sebab hal itu akan membentuk pribadi-pribadi maupun kelompok agamawan yang munafik (bdk. Farisi dan Saduki). Sebaliknya, Tuhan mau agar pelaksanaan ibadah ini dihubungkan dengan hati nurani yang difungsikan dengan sebenar-benarnya.
Fungsi hati nurani sewajarnya sejajar dengan maksud membawa persembahan di atas mezbah. Tuhan begitu jeli mengembalikan ajaran dan fungsi persembahan korban di atas mezbah yang dimaksud untuk pengam-punan dosa umat-Nya. Jika permohonan pengampunan dosa dipanjatkan pada Tuhan oleh umat melalui persembahan di atas mezbah, seyogyanya hati nurani umat tergelitik dengan permasalahan yang sedang dihadapi antar pribadi mereka. Di sinilah, manfaat ibadah yang benar akan semakin mempertajam kepekaan hati nurani umat Tuhan.
Kepentingan fungsi hati nurani dengan kepekaannya mendapat penekanan sedemikian ketika Tuhan ingin kita “meninggalkan persembahan di atas mezbah” dan “pergi berdamai dahulu dengan saudaramu.” Dalam hal ini, Tuhan bukannya ingin mengesampingkan arti persembahan korban dengan menomorduakannya dibanding dengan berdamai dengan sesama saudara. Sebaliknya, Tuhan ingin menegaskan bahwa ibadah tanpa ada kepekaan nurani, adalah tidak ada gunanya, dan Tuhan mau agar ibadah diimbangi dengan beresnya hubungan antar sesama. Ajaran ini kembali menegaskan kesinambungan antara mengasihi Tuhan dengan mengasihi sesama (Mat. 22:37-39) di mana keduanya disebutkan sebagai yang utama dalam perintah-Nya.
STUDI PRIBADI: Apa hubungan antara ibadah dengan hati nurani yang harus beribadah? Sudahkah kita memiliki hati nurani yang bersih ketika beribadah kepada Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka memeriksa hati nuraninya setiap kali akan beribadah kepada Tuhan, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah yang diperkenan oleh Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index