Bacaan hari ini: Matius 6:5-8
“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:6)
Matius pasal 6:1-18 ini berbicara mengenai kehidupan ibadah yang benar di hadapan Tuhan. Tiga poin yang disampaikan, yaitu: hal memberi sedekah, hal berdoa dan hal berpuasa. Pada bagian ini (6:5-8) dibahas mengenai sikap doa yang benar, yang dikontraskan dengan sikap doa yang salah dari orang munafik. Ada dua sikap berdoa yang benar, yaitu:
Pertama, berdoa dengan motivasi yang benar. Orang munafik suka berdoa di tempat yang ramai (pinggir jalan dan sinagoge) dengan motivasi supaya dilihat orang dan mendapat pujian atas kesalehan mereka (ay. 5). Pada waktu itu, memang ada tradisi berdoa secara publik. Orang Yahudi yang saleh biasanya berdoa di depan publik 3 kali sehari: pagi, siang dan malam (Mzm. 55:17-18; Dan. 6:11). Sebenarnya, berdoa di depan publik bukanlah hal yang salah. Yesus pun berdoa di depan publik (Mat. 14:19; 15:36). Namun, orang munafik berdoa dengan motivasi salah sehingga upah doa yang mereka lakukan adalah pengakuan orang-orang.
Kedua, berdoa dengan keyakinan iman. Orang yang tidak mengenal Allah berdoa secara bertele-tele (ay.7). “Bertele-tele” artinya mengucapkan kata-kata yang sama secara berulang-ulang. Orang yang berdoa seperti ini serupa dengan penyembah Baal, karena biasanya mereka berdoa dengan mengulang-ulang kata-kata yang sama (1Raj. 18:26 & Kis. 19:34). Orang yang tidak mengenal Allah berdoa bertele-tele dengan tujuan mendapat perhatian Tuhan dan memanipulasi Tuhan melalui kata-kata yang panjang.
Kita tidak perlu berdoa dengan cara bertele-tele, karena sebelum kita berdoa, Tuhan sudah tahu kebutuhan kita. Ia bahkan lebih tahu kebutuhan kita daripada diri kita sendiri. Namun, meski Tuhan sudah tahu kebutuhan kita, kita tidak boleh berhenti berdoa. Berdoa bukan untuk memberikan informasi pada Tuhan, tapi untuk mengekspresikan keinginan, kebutuhan, dan ketergantungan kita pada Bapa. Jadi, tidak menjadi masalah apakah kita berdoa secara publik atau pribadi, yang penting adalah motivasi dan kepercayaan kita kepada-Nya.
STUDI PRIBADI: Sudahkah Anda memiliki motivasi yang benar ketika berdoa? Hal apa saja yang biasanya membuat kita berdoa secara tidak benar?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah supaya Tuhan memberikan hikmat kepada kita supaya kita bisa berdoa dengan ketulusan dan keyakinan. Berdoalah supaya kita menjadikan doa sebagai nafas hidup iman Kristen kita, yang kita suka untuk lakukan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index