Bacaan hari ini: Amsal 16:32
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan,
orang yang menguasai dirinya,
melebihi orang yang merebut kota.” (Amsal 16:32)
Penulis kitab Amsal menaruh perhatian penting terhadap kesabaran dalam hidup manusia (bnd. Ams. 14:29; 15:18). Kesabaran menjadi topik penting dalam hikmat orang Mesir dan juga ditekankan dalam budaya orang Yahudi. Pada zaman dahulu, sebelum ditemukan peralatan perang yang canggih, kemenangan peperangan untuk merebut suatu kota ditentukan oleh keahlian tinggi dan kemampuan brilian seorang jenderal dalam mengerahkan pasukan. Peperangan ini juga menuntut perjuangan pasukan serdadu yang siap mempertaruhkan nyawa untuk memperoleh kemenangan.
Sehebat apa pun pahlawan yang berhasil merebut kota dan memperoleh kemenangan, Amsal ini mencatat bahwa orang yang sabar melebihi para pahlawan tersebut, karena musuh yang dihadapi jauh lebih sulit untuk ditaklukkan dan dikendalikan yaitu “gejolak emosi manusia.” Seorang yang sabar (‘erek ‘appayim, secara literal diartikan jauh dari kemarahan) dapat mengatur atau mengendalikan dirinya (ruah, secara literal diartikan roh; NIV mengartikan temper, temperamen). Kata ‘erek ‘appayim ini merupakan salah satu dari atribut sifat Allah, seperti dilukiskan dalam Keluaran 34:6, “Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya pada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa”. Kemampuan untuk bisa “menguasai diri” ini berarti seseorang menempatkan emosi atau perasaan yang sedang bergelut dalam dirinya, di bawah kendalinya.
Demikian pula kesabaran, merupakan salah satu dari buah roh yang disebutkan di dalam Galatia 5:22. Karakter sabar tidak serta-merta dimiliki oleh orang percaya ketika ia lahir baru; ataupun sesuatu yang mudah untuk dimiliki. Karakter sabar ini merupakan sebuah pengudusan yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam diri orang percaya, yang di dalam prosesnya dapat diwarnai kegagalan dan keberhasilan, tapi akan mencapai kematangannya melalui berbagai latihan kehidupan yang diizinkan Allah untuk menempa kesabaran itu sendiri.
STUDI PRIBADI: Menurut kitab Amsal, apa arti “kesabaran”? Apakah kesabaran sudah menguasai kehidupan kita saat ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah supaya setiap orang percaya memiliki karakter kesabaran dalam menghadapi setiap permasalahan hidupnya sehingga bisa mencapai kedewasaan iman yang menyenangkan hati Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index