Minggu, 26 September 2010
Pengagungan Kebesaran Allah

Bacaan hari ini: Matius 6:9-10
“Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:9-10)

Karena doa adalah aktifitas rohani yang paling tinggi, maka bukan tidak mungkin ini menjadi kebenaran yang tidak dipahami dengan baik. Kita lebih mudah terbawa pada pola yang salah tentang doa, dan akibatnya jelas; begitu banyak orang yang berdoa kepada Tuhan, namun dirinyalah fokusnya. Karena keinginan, kebutuhan, tantangan dan beban berat, orang menjadi lebih tekun berdoa. Memang Tuhan sering memakai semua itu untuk mengingatkan kita bergantung kepada-Nya, tapi kita juga harus memahami apa yang Tuhan ajarkan tentang fokus doa. Jika Allah sudah tahu segala kebutuhan kita sebelum kita mengungkapkannya, maka kita sepatutnya mengalihkan fokus dari diri sendiri kepada Allah.

Salah satu alasan orang Kristen hidup dalam kecemasan, kekuatiran, kegelisahan, ketakutan bahkan dalam “mental kalahan,” adalah karena kita tidak mengenal Allah dengan benar. Kita kagum terhadap perancang dan orang yang membangun gedung Tai Pei 101, padahal gedung itu akan berubah kecil jika dilihat dari ketinggian beberapa ratus meter, dan menjadi tidak kelihatan ketika dilihat dari jarak hitungan kilometer. Lalu, sekagum apakah perasaan kita kepada Allah yang menciptakan alam semesta ini?

Berdirilah di hadapan Allah, fokuslah pada-Nya. Ijinkan terlebih dulu, mata rohani menangkap kebesaran dan kemuliaan Allah; bayangkan akan kebesaran-Nya, bayangkan diri kita sedang berhadapan dengan kemuliaan-Nya yang tiada tara, dan lihatlah diri kita sendiri, orang berdosa yang dianugerahi jasa penebusan Kristus, sehingga dilayakkan menghadap Dia. Oleh jasa kematian Kristus, kita diampuni, bahkan diangkat sebagai anak-Nya, diberi hak dan kehormatan untuk menyapa-Nya “Bapa.” Jika kita bisa menangkap penglihatan rohani ini, jika kita sungguh memahami relasi ini, sebenarnya seluruh persoalan hidup kita sudah bisa dianggap selesai. Apa lagi ketakutan kita, jika memang benar Allah itu Bapa kita? Fokuslah pada Dia, rindukanlah kepenuhan dari manifestasi Kerajaan-Nya, rencana dan kehendak-Nya, dan tekadkan hati untuk menaklukkan diri pada Dia. Awali doa kita dengan fokus kepada kekudusan, kemuliaan dan kebesaran Allah.

STUDI PRIBADI: Mengapa orang Kristen seringkali kuatir, sekalipun Tuhan mengerti segala kebutuhan kita? Apa manfaat berdoa?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mengerti makna berdoa dan mampu mengenal Allah dengan benar, sehingga mereka dapat memiliki sikap doa yang benar pula. Kiranya anak Tuhan memiliki waktu doa yang rutin dan bertumbuh.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami