Bacaan hari ini: Yakobus 1:2-4, 12
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima
mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12)
Penerima surat Yakobus adalah orang-orang yang mengalami penderitaan akibat perubahan ekonomi yang terjadi pada waktu itu. Orang-orang miskin harus bekerja sebagai buruh harian pada orang-orang kaya; dipandang rendah, dianiaya tanpa mampu melawan. Dengan kondisi demikian, mereka hidup menderita. Oleh karena itu, Yakobus menuliskan surat ini, agar dapat menghibur dan menguatkan hati mereka.
Pencobaan yang dimaksud oleh Yakobus merupakan suatu godaan, pengalaman yang tidak menyenangkan. Dan ‘pencobaan’ ini oleh Yakobus diartikan sebagai “ujian.” Ujian ini diberikan dengan tujuan, mengevaluasi sejauh mana pertumbuhan iman kita. Oleh sebab itu, Yakobus menyatakan agar jemaat meresponi pencobaan (ujian) yang dialami dengan sukacita. Mengapa demikian?
Karena Allah memakai semuanya itu untuk menumbuhkan kerohanian dan memurnikan iman kita. Proses pemurnian memang menyiratkan suatu hal yang sama sekali tidak menyenangkan, tapi proses ini berguna untuk menghilangkan kotoran yang ada di dalam diri kita, sehingga kita menjadi murni dan berharga di mata Allah. Lalu, tujuan akhir dari ketekunan kita tersebut (bertahan ketika mengalami pencobaan) adalah menjadikan kita sebagai orang yang “sempurna, utuh dan tidak kekurangan suatu apapun” (ay. 4). Penggunaan kata yang artinya mirip ini ditujukan untuk memberikan penekanan bahwa kita tidak hanya dituntut untuk bertumbuh dan menjadi matang, tetapi juga menjadi “sempurna.”
Tuhan juga menjanjikan mahkota kehidupan dalam ayat yang ke-12, bagi mereka yang mampu bertahan dalam pencobaan. Mahkota kehidupan yang dimaksudkan ini berkaitan dengan kualitas kehidupan rohani, bukan bersifat fisik atau terbuat dari material, emas atau batu permata, melainkan hidup kekal yang diberikan oleh Allah. Pada saat kita berhasil memperoleh mahkota kehidupan, kita sadar bahwa mahkota itu bukanlah sasaran kita, melainkan kasih Allah, dan kita berjuang bukan karena terpaksa, melainkan karena kita mengasihi Allah.
STUDI PRIBADI: Apa manfaat kita bertahan dalam pencobaan? Mengapa Allah membiarkan umat-Nya ada dalam pencobaan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi setiap anak Tuhan yang saat ini sedang mengalami pencobaan dalam hidupnya; berdoalah agar dalam pergumulan yang berat itu, mereka tetap dapat bertahan dan tetap dapat setia kepada Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index