Kamis, 23 September 2010
Mengapa Harus Berbuat Baik?

Bacaan hari ini: Amsal 3:27, Matius 5:13-16
“Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.” (Amsal 3:27)

Ketika mendengar kata “kebaikan”, apa yang terlintas dalam benak kita? Pengarang kitab Amsal mengingatkan agar jangan menahan kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya. Dengan kata lain, jangan menolak untuk berbuat baik kepada orang yang memintanya dari kita. Namun sebenarnya, untuk apakah kita berbuat baik?

Pada mulanya, manusia diciptakan dengan natur kebaikan. Sebab, manusia diciptakan oleh Allah, yang memiliki natur kebaikan. Manusia adalah gambar dan rupa Allah. Oleh karena itu, seharusnya manusia juga memiliki natur kebaikan tersebut. Namun saat manusia jatuh dalam dosa, maka gambar dan rupa Allah itu menjadi rusak. Manusia yang seharusnya penuh dengan kebaikan, menjadi sulit berbuat baik. Sampai pada akhirnya, Yesus datang untuk menebus dosa manusia, memulihkan gambar manusia yang rusak. Setiap kita yang percaya kepada Yesus akan diubahkan, dari gambar Allah yang rusak, dipulihkan menjadi manusia yang baru yang semakin serupa dengan Allah.

Karena itulah kebaikan menunjukkan fungsinya di sini. Mengapa kita perlu berbuat baik? Sebab kebaikan merupakan salah satu ciri, bahwa kita memang adalah orang yang benar-benar telah menerima Yesus sebagai Juruselamat. Orang yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat, ia telah lahir baru; dilahirkan oleh Roh. Salah satu dari buah Roh itu adalah kebaikan. Oleh karena itu, tidak mungkin orang yang berkata dirinya orang Kristen, tidak melakukan kebaikan.

Selain sebagai tanda bahwa kita adalah orang percaya, kebaikan juga berfungsi untuk menyaksikan kemuliaan Tuhan. Dalam Matius 5:16, jelas dikatakan bahwa melalui perbuatan baik, kita dapat menjadi terang yang memancarkan kemuliaan Tuhan bagi orang di sekeliling kita. Oleh karena itu, mulai sekarang, jangan lagi menahan diri untuk melakukan perbuatan baik bagi orang yang memintanya kepada kita, sebab kebaikan itu menjadi bukti bahwa kita adalah orang Kristen, dan biarlah kebaikan kita menjadi alat untuk menyaksikan kemuliaan Tuhan bagi sesama kita.

STUDI PRIBADI: Apa alasan kita harus berbuat baik? Kebaikan seperti apakah yang dapat memuliakan Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah secara pribadi kepada Tuhan agar Ia memberikan pada kita hati untuk tidak melewatkan kesempatan untuk berbuat baik. Dengan kebaikan, kita rindu menyaksikan kemuliaan Tuhan dalam hidup ini.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami