Minggu, 19 September 2010
Cara Berdoa yang Benar

Bacaan hari ini: Matius 6:7-8
“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.” (Matius 6:7)

Karena budaya ketimuran dan faktor-faktor lain, menyebabkan ada cukup banyak orang sulit berdoa di depan banyak orang. Kondisi ini membuka peluang bagi mereka yang lebih berani atau sudah lebih terbiasa berdoa di depan orang, memamerkan “kelebihan”nya. Jebakan ini begitu tersamar, membuat banyak orang terjebak untuk menyusun dan memoles kalimat-kalimat doa sedemikian rupa supaya bisa ditampilkan dengan baik. Tentu, tidak salah belajar mengucapkan kalimat doa dengan baik, tapi yang perlu diawasi adalah godaan motivasi untuk melakukan itu demi mendapat pujian dari orang yang mendengar. Para pemimpin rohani pada zaman itu jelas telah terjebak dalam kesalahan ini; mereka mungkin mengarang dan menghafalkan kalimat-kalimat doa yang sangat rohani, mengucapkannya dengan lantang supaya didengar orang dan dipuji.

Gereja yang sehat, adalah gereja yang dibangun dengan kehidupan doa jemaat yang kuat. Yang kita perlu selalu awasi ialah menjaga motivasi doa secara benar. Jika ikut kebaktian doa gereja, kita bukan melakukannya untuk dipuji oleh majelis atau gembala bahwa kita adalah jemaat yang rajin berdoa. Kita bahkan perlu berhati-hati ketika menyaksikan kehidupan doa pribadi; pokok-pokok doa apa yang kita doakan, berapa lama kita berdoa, dan lainnya. Sedikit saja kita lengah ketika kita menceritakan semua itu, kita jatuh dalam jebakan yang sama; menceritakannya untuk dikagumi orang.

Tuhan mengajarkan bahwa sebenarnya Bapa kita yang mahatahu itu, memahami segala kebutuhan kita sejelas-jelasnya. Karena itu, janganlah berpikir bahwa kalau kita berdoa dengan kalimat yang indah, berdoa dalam waktu yang panjang, akan membuat Allah lebih jelas dengan apa yang kita sampaikan. Bahkan, perkataan Tuhan ini menyiratkan, jika berdoa hanya untuk tujuan itu, kita bahkan tidak perlu berdoa. Doa bukan sarana pengaduan kebutuhan, tapi sarana komunikasi. Kita harus memiliki kerinduan hati dan kebergantungan seperti seorang anak kecil kepada orang tuanya; suka menikmati kedekatan, berbicara dan berkomunikasi dengan orangtua, merasa hidupnya begitu tergantung pada kasih sayang orangtuanya.

STUDI PRIBADI: Mengapa kita tidak boleh bertele-tele dalam doa kita kepada Tuhan? Bagaimana seharusnya kata-kata kita dalam berdoa?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi setiap jemaat Tuhan agar mereka memiliki sikap dan motivasi berdoa yang benar, sehingga doa mereka bukan untuk mencari pujian dari manusia, tetapi merupakan bentuk komunikasi antara umat dengan Allah.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami