Bacaan hari ini: Filipi 2:1-11
“Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa,
satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri
atau puji-pujian yang sia-sia.” (Filipi 2:2-3)
Dalam Filipi 2:1-4, Rasul Paulus mengatakan bahwa semua orang satu di dalam Kristus. Oleh sebab itu, orang Kristen harus hidup dalam persatuan. Jika kita melihat latar belakang surat Filipi, maka kita tahu bahwa Paulus menulis hal ini karena ada peristiwa-peristiwa yang mengindikasikan bahwa jemaat Filipi dapat terpecah belah. Pada saat itu, gereja-gereja di Roma terbagi-bagi dan kehidupan gereja diwarnai dengan perpecahan, dan di jemaat Filipi pun sudah mengindikasikan perpecahan tersebut (Flp. 3:2; 4:2). Oleh sebab itu, Paulus menasihatkan jemaat di Filipi agar dapat sehati sepikir.
Memang tidak mudah untuk dapat sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, karena dalam faktanya, setiap orang memiliki tujuan dan kehendaknya masing-masing. Namun, melalui Filipi 2:2-4 ini, Paulus kembali mengingatkan kepada jemaat di Filipi supaya mereka tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. Dengan kata lain, pekerjaan Tuhan harus ditempatkan jauh lebih penting dari kepentingan pribadi.
Mengenai hal ini, Tuhan Yesus sendiri telah terlebih dulu memberikan teladan bagaimana Dia tidak mementingkan kepentingan diri-Nya sendiri; sebaliknya Ia rela mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, Ia merendahkan diri dan taat bahkan sampai mati di atas kayu salib (Flp. 2:5-11). Jika setiap orang Kristen dapat bersehati, dan tidak mementingkan kepentingan dirinya sendiri, maka pekerjaan Tuhan akan dapat dilakukan dengan efektif sehingga dapat tercipta kehidupan yang harmonis sebagai satu tubuh Kristus.
Bagaimana dengan jemaat Tuhan pada hari ini? Biarlah Tuhan yang menolong dan memampukan setiap kita untuk dapat bersehati dan sepikir sebagai satu tubuh Kristus, melayani Dia yang telah memanggil dan mem-percayakan pelayanan yang begitu agung dan mulia; yang tentunya bukan untuk kemegahan diri kita sendiri, tetapi demi pelebaran Kerajaan Allah di muka bumi ini! Kiranya, kemurahan Tuhan membuat kita memahami hal ini dan memampukan kita menjalankannya dalam hidup bergereja.
STUDI PRIBADI: Mengapa sulit menciptakan keharmonisan dalam kehidupan pelayanan? Apa konsekuensi dari ketidaksehatian pelayanan gerejawi?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen, supaya Tuhan memampukan mereka untuk bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus, sehingga mendorong kemajuan pelayanan bersama yang dilakukan oleh orang Kristen.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index