Jumat, 17 September 2010
Marta dan Maria

Bacaan hari ini: Ulangan 19:1-13
“Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.” (Matius 16:27)

Pada bagian ini kita melihat dua macam sikap murid Tuhan Yesus, yaitu Marta dan Maria. (1) Marta yang melayani. Marta suka dengan kesibukan melayani Yesus. Ia menyambut Tuhan Yesus dengan menyiapkan berbagai macam hidangan. Sudah menjadi tradisi pada waktu itu, menyambut tamu yang datang dengan hidangan makanan-minuman. Sikap Marta yang melayani ini, tidaklah salah. Seorang murid juga harus melakukan pelayanan. Akan tetapi, dalam ayat 41 ini, Yesus berbicara dan menyalahkan sikap Marta yang sibuk melayani. Mengapa?

Jika kita perhatikan, sebenarnya Yesus tidak menyalahkan kesibukan Marta dalam melayani; tapi, Yesus menegur Marta yang tidak menyediakan waktu untuk mendengar perkataan-Nya. Selain itu, Yesus juga menegur Marta karena sikapnya, ia seolah-olah menghakimi saudaranya. Perkataan Marta kepada Yesus (ay. 40), dalam bahasa Yunani menunjukkan dengan jelas bahwa Marta mengharapkan dukungan dari Yesus. Marta merasa bahwa apa yang ia lakukan adalah benar, dan yang saudaranya lakukan, adalah salah.

(2) Maria yang mendengarkan. Sikap Maria menunjukkan sikap yang bersedia duduk di bawah kaki Yesus dan bersekutu dengan-Nya seperti seorang murid. Bukan hal yang biasa pada waktu itu, bila seorang wanita mendapat didikan seperti seorang murid. Sikap Yesus yang tidak menolak Maria menunjukkan bahwa Ia tidak membedakan antara pria dan wanita. Maria memprioritaskan ajaran Yesus di atas semua kesibukannya. Sikap seperti inilah yang dipuji oleh Yesus (ay. 42).

Sikap seperti Marta dan Maria perlu kita miliki sebagai murid Yesus. Akan tetapi, perlu keseimbangan antara keduanya, di mana yang menjadi prioritas adalah mendengarkan perkataan-Nya. Ingatlah bahwa dalam kehidupan kita yang serba sibuk dan buru-buru, kita perlu berhenti sejenak untuk merefleksikan diri di hadapan Tuhan. Jangan sampai perhatian kita dialihkan pada banyaknya pelayanan sehingga membuat kita melupakan hal yang terpenting, yaitu waktu untuk bersekutu dengan-Nya.

STUDI PRIBADI: Apakah kita terlalu sibuk, sehingga melupakan waktu bersekutu dengan-Nya? Berapa banyak waktu yang telah kita sediakan untuk bersaat teduh?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi umat Tuhan agar mampu berkomitmen menyediakan waktu untuk berdiam diri di hadapan Tuhan dan merenungkan kebenaran firman-Nya, sehingga hidupnya dapat memuliakan dan menyenangkan-Nya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami