Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 15:35-41, 2 Timotius 4:11 (lanjutan)
“Hanya Lukas yang tinggal dengan aku.
Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari,
karena pelayanannya penting bagiku.” (2 Timotius 4:11)
Alkitab tidak mencatat secara terperinci dan jelas, penyebab Markus meninggalkan pelayanannya. Banyak ahli menafsirkan, mungkin Markus mengalami kesulitan dalam pelayanannya, karena adanya penolakan dan tantangan, termasuk dari kuasa kegelapan (bnd. Kis. 13:4-13). Inilah yang kemudian membuat Markus undur. Namun, yang menjadi pertanyaan saat ini, hal apa yang membuat Markus mau kembali melayani? Bukankah ia telah mendengar betapa sulit dan berat tantangan pelayanan yang dialami oleh Paulus dan Barnabas?
Kunci dari keberhasilan Markus adalah, ia berani meninggalkan zona nyaman dalam hidupnya. Markus yang telah menerima anugerah berupa kesempatan kedua ini menyadari bahwa ia harus segera meninggalkan kenyamanan hidupnya, supaya ia dapat memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan. Ia sadar bahwa pelayanan memerlukan pengorbanan dan ada harga yang harus dibayar. Kesadaran itulah yang kemudian membuatnya rela meninggalkan zona nyaman hidupnya, agar ia mampu menanggung segala derita dan kesulitan pelayanan.
Hari ini, banyak orang Kristen yang gagal; diberi kesempatan kedua, tetap gagal juga. Mungkin penyebabnya, mereka tidak mau berubah dan ingin terus hidup dalam zona nyaman. Kenyamanan dan kenikmatan inilah yang kemudian menjadi titik rawan dan berbahaya, yang seringkali dipakai Iblis untuk membuat orang percaya terus-menerus hidup dalam kegagalan demi kegagalan. Yang membuat zona nyaman ini sebagai zona yang paling bahaya adalah karena tidak banyak orang menyadari bahwa hal itu adalah senjata Iblis. Orang yang sudah berada di dalam zona nyaman, cenderung menikmati dan terus-menerus hidup dalam zona nyamannya.
Hari ini, mari kita merenung di hadapan Tuhan, apa saja zona nyaman kita dalam hidup ini? Apakah zona-zona nyaman tersebut sudah menjadi penghalang bagi kita untuk maju dan memuliakan Tuhan? Jika benar, minta Tuhan menguatkan kita untuk bisa dan berani melepaskan zona nyaman tersebut, demi memuliakan nama Tuhan.
STUDI PRIBADI: Apa yang dimaksud dengan zona nyaman? Apa bahaya dari zona nyaman tersebut dalam kehidupan pelayanan kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa agar Tuhan menguatkan kita untuk rela meninggalkan zona nyaman untuk maju, bertumbuh, dan melakukan pekerjaan yang Tuhan perintahkan. Tuhan mau agar kita tunduk dan dengan setia melaksanakan perintah-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index