Rabu, 15 September 2010
Yohanes Markus yang Diubahkan (1)

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 15:35-41, 2 Timotius 4:11
“Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus.” (Kisah Para Rasul 15:37)

Apabila kita adalah pemilik sebuah perusahaan yang sedang mencari seorang tenaga kerja, lalu datang seorang yang melamar pekerjaan tersebut. Dari curriculum vitae-nya, kita tahu bahwa orang tersebut adalah mantan narapidana yang telah mengakhiri masa hukuman selama 1 tahun. Kira-kira, apakah kita bersedia menerimanya? Mungkin, kita akan menunda lamaran tersebut atau mencari orang lain yang riwayat hidupnya lebih baik, bukan?!

Inilah fakta dan realita kehidupan. Kegagalan dan kejatuhan, bahkan kecacatan seseorang merupakan faktor yang cukup menentukan masa depan kehidupan orang tersebut. Karena cara pikir demikianlah, maka Yohanes, yang dikenal dengan nama Markus, tidak akan memiliki masa depan pelayanan. Beberapa ahli bahkan menafsirkan bahwa nama Markus ini merupakan sebuah julukan, yaitu “cacat” (berasal dari kata “marcan”), entah cacat secara fisik atau mempunyai keanehan tertentu. Terlepas dari benar atau tidaknya pandangan ini, setidaknya Alkitab mencatat sebuah ke-“cacat”-an Markus, yaitu ia pernah “mutung” pelayanan (meninggalkan pelayanannya dengan Paulus dan Barnabas). Karena alasan inilah, Paulus sangat ngotot, menolak keinginan Barnabas mengajaknya.

Namun catatan kehidupan dan pelayanan Markus tidaklah berakhir sampai di situ. Markus masih muncul dalam surat pastoral Paulus kepada Timotius yang kedua. Bahkan, Markus dipandang melakukan pelayanan yang penting dan sangat dibutuhkan untuk menolong pelayanan Paulus. Hidup Markus si “cacat” ini tidak berakhir dengan kecacatan; ia juga tidak tenggelam di dalam kegagalannya. Ia maju dan berubah. Jika demikian, apa yang menjadi kunci perubahan dari kehidupan Markus?

Anugerah Tuhan, yang merupakan kesempatan kedua. Hal inilah yang menjadi pintu masuk bagi perubahan kehidupan Markus; ini membuatnya berubah dan berbuat sesuatu untuk pekerjaan Tuhan. Ini sangat sepadan dengan namanya, Yokhanan (nama Ibraninya), yang berarti bahwa Allah melimpahinya dengan anugerah.

STUDI PRIBADI: Apa kunci keberhasilan Markus? Bagaimana sikap kita ketika melihat ada rekan pelayan yang lemah dan “mutung” pelayanan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa dan memohon anugerah Tuhan, bukan saja anugerah kesempatan kedua, tapi juga anugerah untuk dapat menggunakan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Kiranya kuat kuasa Roh Kudus menyentuh hati & hidup kita.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami