Senin, 13 September 2010
Menjalin Relasi Dengan Cinta Kasih

Bacaan hari ini: Lukas 19:1-10
“Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Lukas 19:5)

Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai. Pekerjaan tersebut dibenci masyarakat Yahudi pada saat itu karena seorang pemungut cukai dipandang sebagai antek-antek penjajah dan pemeras rakyat. Akibatnya, tidak seorangpun bersedia menjalin relasi dengannya. Zakheus kesepian, karena mengalami krisis relasi dengan sesamanya. Juga tidak dipedulikan sesamanya, sehingga hidupnya hanya untuk dirinya sendiri. Namun, ketika semua orang menjauhi dia dan tidak mau menjalin relasi dengannya, Tuhan Yesus datang dan menawarkan diri-Nya untuk menjadi teman Zakheus. Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” (ay. 5). Kemudian dikisahkan bahwa Tuhan Yesus makan bersama dengan Zakheus, dan hal ini menimbulkan reaksi negatif dari orang-orang Yahudi. Di sini jelas terlihat bahwa Tuhan Yesus bersedia menjalin relasi dengan Zakheus.

Ketika tidak seorang pun bersedia memanggil nama Zakheus, atau bahkan untuk bertemu dengan Zakheus saja, sudah enggan, Tuhan Yesus justru datang bertemu dengan Zakheus. Ketika tidak seorang pun bersedia tersenyum ramah kepada Zakheus, Tuhan Yesus justru makan bersama dengannya. Aktifitas makan bersama ini menunjukkan bahwa di antara tamu dan tuan rumah terjalin relasi yang dekat dan akrab. Ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi Zakheus. Tuhan Yesus tidak datang dengan segudang perintah atau tuntutan kepada Zakheus, tapi Dia datang dengan sentuhan cinta kasih.

Sentuhan cinta kasih telah menyembuhkan krisis relasi yang dialami Zakheus, sehingga kemudian terjadi perubahan besar dalam diri Zakheus. Meskipun Tuhan Yesus tidak menuntut apa-apa darinya, ia sendiri berkata bahwa setengah dari miliknya akan dibagikan pada orang miskin, dan bila ada orang yang pernah diperasnya, akan dikembalikannya empat kali lipat. Zakheus berubah setelah mendapatkan sentuhan cinta kasih Tuhan Yesus. Dia mampu menjalin relasi dengan orang lain. Dia mampu memperhatikan orang lain, dan hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri.

STUDI PRIBADI: Mengapa Yesus mendekati Zakheus dengan cinta kasih dan tidak seperti para ahli Taurat dan orang Farisi? Apa yang membuat Zakheus berubah sikap?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi orang Kristen agar mereka tidak kehilangan kasih terhadap orang-orang berdosa di sekelilingnya, karena mereka ini adalah orang-orang yang membutuhkan sentuhan kasih Kristus dalam hidup.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami