Bacaan hari ini: Matius 6:5-6
“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa
seperti orang munafik.” (Matius 6:5)
Doa adalah bagian integral dari setiap sistem kepercayaan. Setiap agama mengajarkan tentang berdoa, bahkan doa sering dijadikan sebagai tolok ukur kesalehan, atau keimanan seseorang. Konsep doa seperti ini menjebak orang dalam perangkap tertentu. Ketika kualitas kesalehan diukur dengan aktifitas, ini bukan saja menipu orang lain yang melihat rajinnya seseorang berdoa sehingga menganggapnya orang saleh, tapi juga bisa menipu si pelaku sendiri, yang merasa bahwa dirinya sudah memenuhi tuntutan agamanya dengan baik, dan merasa saleh. Lebih jauh lagi, ketika aktifitas doa yang secara kasat mata itu mendatangkan pujian dari orang lain, itu bisa menjebak dirinya jatuh ke dalam kesalahan yang lebih jauh; mencari pemuasan ego melalui pujian orang lain. Itulah yang dilakukan oleh para pemuka agama pada zaman Tuhan Yesus.
Mereka sudah dikenal sebagai orang-orang yang taat sembahyang sesuai waktu yang ditetapkan, tetapi itu tidak cukup! Kebutuhan untuk dipuji membuat mereka melakukan berbagai cara supaya bisa menarik perhatian orang lain dan mendapatkan pujian. Mereka suka berdoa dengan berdiri di tempat yang menyolok di Bait Allah sehingga terlihat banyak orang, bahkan sengaja terlambat tiba di Bait Allah pada jam sembahyang yang sudah dike-tahui, sehingga ketika masih ada dalam perjalanan, tanda sembahyang sudah berbunyi, maka merekapun akan berhenti berjalan dan melakukan doa di mana mereka berada, tidak jarang mereka berdoa di persimpangan jalan. Orang yang melihatnya mungkin akan tertipu, menganggap mereka begitu saleh, tapi di balik semua tindakan mereka itu sebenarnya tersimpan motivasi tertentu; untuk dipuji dan dikagumi.
Alkitab mengajarkan bahwa doa adalah aktifitas rohani yang paling tinggi; merupakan relasi dan komunikasi yang paling intim antara orang percaya dengan Allah. Penghayatan esensi ini lebih penting dari pada hal lain. Kalau kita lengah, maka bukan tidak mungkin kita juga bisa terjebak untuk mencari pujian dari manusia. Kita berdoa untuk menikmati keintiman dengan Allah, bukan untuk mencari pujian dari manusia.
STUDI PRIBADI: Apa hakekat doa atau sembahyang yang sesungguhnya menurut Alkitab? Mengapa aktivitas doa dapat menjadi kesombongan dan kemunafikan rohani?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen agar mereka tidak menjalankan ibadah doa mereka hanya sebagai rutinitas atau menjari pujian dari orang lain, tetapi merupakan relasi yang intim antara pribadi umat dengan Allah.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index