Bacaan hari ini: Yakobus 1:2-8, 22-25 (lanjutan)
“Hendaklah engkau setia sampai mati,
dan Aku akan mengaruniakan kepadamu
mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10)
Selanjutnya "B" ketiga yang Yakobus berikan ialah “Bertekun.” Pertanyaan yang perlu direnungkan adalah, apakah kita beriman? Pasti punya! Mau belajar? Pasti mau! Namun, yang seringkali menjadi tantangan kita adalah, kita cenderung patah semangat dan berhenti, karena adanya kesulitan. Padahal, keberhasilan iman yang sejati di dalam Tuhan tidak bisa didapat dengan serta-merta, tapi memerlukan proses waktu (yang seringkali cukup panjang) untuk pencapaiannya. Ternyata, tekad untuk percaya pada Tuhan dan kemauan untuk belajar tidak cukup membuat kita berhasil dalam pertandingan iman. Kita harus bertekun dan setia!
Dalam Yakobus 1:3-5 dengan jelas dituliskan bahwa semua ujian iman yang kita hadapi akan menghasilkan ketekunan, dan ketekunan tersebut akan menghasilkan kematangan. Maksudnya? (1) dalam menjalani ujian iman tersebut, kita merasa sangat tidak nyaman, karena kita akan “dibakar” (1Ptr. 1:7), menderita (1Ptr. 4:16), bimbang (Yak. 1:6), dan kuatir (Flp. 4:6). Tapi justru, ujian dan pengalaman iman mengakibatkan kita menjadi lebih tekun dan sungguh-sungguh bersandar kepada Tuhan. Sebagai manusia berdosa, kenyamanan dan kelancaran hidup cenderung membuat kita melupakan Tuhan. Ketika iman kita sedang diuji, ada pertarungan rohani antara manusia lama dan baru. Tapi, dapat selalu dipastikan bahwa Roh Kudus akan mengingatkan kita untuk kembali kepada jalan Tuhan. Roh Kudus akan menguatkan sehingga kita dapat mengambil satu langkah maju. (2) Ketika kita bertekun menghadapi masalah sampai akhir, Tuhan sedang bertekun untuk membentuk dan mendewasakan kita. Ia memakai waktu tersebut untuk menyembuhkan luka-luka kita, juga mengumpulkan remah-remah kepahitan hidup akibat dosa dan kesalahan, agar kita makin sempurna dan utuh (Yak. 1:4)
Jadi, ketika kita sedang putus asa dan tidak memiliki harapan dalam menghadapi masalah hidup dan ujian iman, yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan 1 detikpun kehidupan kita, tapi menyempurnakan kita. Haleluya!
STUDI PRIBADI: Apa arti kata “tekun”? Mengapa kita harus bertekun dalam menghadapi masalah hidup yang menimpa kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdolah bagi jemaat Tuhan agar senantiasa bertekun dalam iman ketika menghadapi masalah yang tidak kunjung selesai. Apapun masalahnya, tidak akan lebih besar dari Allah kita; Ia sanggup menolong kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index