Bacaan hari ini: Yakobus 1:2-8, 22-25 (lanjutan)
“Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna,
yaitu hukum yang memerdekakan orang,
dan ia bertekun di dalamnya...
ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25)
Jika “B” yang bertama dari nasihat Yakobus adalah “Biarkanlah,” maka “B” yang kedua adalah “Belajar.” Sebagai manusia berdosa, ada saat di mana kita cenderung merasa puas dengan kebaikan dan prestasi kita. Kepuasan kerap identik dengan mandeknya pertumbuhan kita dalam hidup. Padahal, kehidupan iman Kristen ialah pertumbuhan rohani seumur hidup bersama dengan Tuhan. Dengan kata lain, kita seringkali tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki. Ketidakpuasan tersebut, apabila sampai pada level tertentu, akan memacu kita untuk menggapai prestasi. Tetapi, ketidakpuasan yang terlalu dalam cenderung membuat kita kecewa, malas dan putus asa. Apabila kita merenungkan betapa Tuhan menginginkan kita untuk tetap secara aktif percaya kepadanya, maka kita akan merenungkan “B” yang kedua, yaitu bagaimana kita “belajar” untuk percaya dalam semua permasalahan yang kita “biarkan” terjadi.
Dalam Yakobus 1:22-25, jelas ditulis bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang mendengar Firman Tuhan, meneliti, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan tersebut. “Mendengar, meneliti, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan” adalah satu rangkaian proses yang harus dialami dan dilalui sebagai kesatuan. Menjalani suatu proses perjalanan waktu dan rangkaian kejadian adalah masa di mana kita dapat merasakan dan mengalami bagaimana rasanya jatuh bangun; mengalami bagaimana rasanya mengambil keputusan yang salah atau benar; mengalami rasanya bagaimana sulitnya mengerti kehendak Tuhan. Namun, semua ini adalah cara Tuhan untuk mendewasakan iman kita. Mengalami pencobaan berarti kita memiliki kesempatan belajar; belajar merenungkan dan melakukan firman Tuhan, supaya kita tidak lupa firman Tuhan. Belajar untuk mengenal, serta percaya kepada Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita belajar untuk percaya kepada Tuhan dalam setiap masalah hidup kita? Karena Tuhan menginginkan kita sempurna dalam pengenalan, iman, percaya, dan ketaatan kita pada-Nya, maka dari itu, belajarlah!
STUDI PRIBADI: Apa artinya bahwa sepanjang hidup, kita terus belajar? Adakah pelajaran hidup yang Anda ingat dan bermanfaat bagi pertumbuhan rohani Anda?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi para pemuda-i Kristen agar mereka gemar belajar tentang kehidupan iman Kristen yang benar, sehingga mereka mengerti kehendak Tuhan dan belajar mengenal keberadaan-Nya dengan benar pula.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index