Bacaan hari ini: Yakobus 1:2-8, 22-25
“Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik,
jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada
menderita karena berbuat jahat.” (1 Petrus 3:17)
Mengapa orang Kristen harus menghadapi masalah? Pertanyaan ini adalah pertanyaan klasik, yang merupakan pergumulan banyak orang Kristen, sepanjang masa. Jawaban pertanyaan “Mengapa?” dalam bacaan kita ini, terangkum dalam istilah 3B, yang kita bahas dalam 3 hari ke depan.
“Biarkan.” Dunia sering mengajarkan kepada kita: apabila kita ingin memiliki kehidupan yang berhasil, maka kita harus menjadi pengendali dan penentu kehidupan kita. Misalnya, seseorang berkata: “Akulah yang harus mempengaruhi keadaan! Bila si aku yang harus mengendalikan keadaan, tentu aku takkan pernah dengan sengaja membiarkan hidupku dipersulit oleh keadaan, bahkan oleh penderitaan. Bukankah seharusnya hidupku itu nyaman dan menyenangkan?”
Menarik sekali jika dalam suratnya, Yakobus justru menegaskan pada kita bahwa jika kita ingin pencobaan menghasilkan sesuatu yang baik, kita harus membiarkan pencobaan itu datang melanda kita. Dengan lugas dan jelas, Yakobus memakai kalimat “anggaplah sebagai suatu kebahagiaan” (ay. 2), dan juga kata “biarkanlah” (ay. 4). Membiarkan pencobaan datang melanda, berarti: (1) menerima datangnya pencobaan itu dengan terbuka, ikhlas, tulus dan dengan senang hati seperti menanti seseorang/sesuatu yang seharusnya sudah lama menjadi bagian dalam kehidupan kita; (2) dengan rela menerima kenyataan bahwa ada saat di mana kehidupan kita akan selangkah, searah, dan seperjalanan dengan pencobaan. Mungkin kita bisa membayangkan demikian: untuk beberapa jam lamanya kita harus duduk bersebelahan dengan orang yang tidak kita kenal atau kita sukai di dalam bus/pesawat, dan (3) menyadari dan mengakui bahwa akan ada banyak sekali kejadian dalam kehidupan kita yang berada di luar jangkauan kendali kita, sehingga membuat kita merasa tidak berdaya.
“Membiarkan” berarti kita percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak bersandar kepada pengertian kita sendiri. Mengakui Dia dalam segala laku kita, maka Ia akan meluruskan jalan kita” (Ams. 3:5), Amin.
STUDI PRIBADI: Apa perbedaan kata “membiarkan” menurut Yakobus dan kata “menyerah” pada umumnya? Apakah setiap pencobaan mendatangkan hal-hal positif bagi kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar mereka tidak menyerah karena putus asa, tetapi senantiasa berserah dan bersandar penuh kepada Tuhan, karena Tuhanlah yang memimpin jalannya kehidupan setiap umat-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index