Bacaan hari ini: Matius 4:1-11 (lanjutan)
“Semua itu akan kuberikan kepada-Mu,
jika Engkau sujud menyembah aku.” (Matius 4:9)
Ketika sedang membutuhkan sesuatu, kita cenderung menjadi orang yang tidak sabar; apalagi jika kebutuhan itu adalah kebutuhan yang mendesak. Sehingga, ketika kita dalam kondisi seperti ini, kita akan memilih “jalan pintas,” atau cara-cara yang di luar dari kehendak Tuhan. Misalnya, seseorang membutuhkan sejumlah uang untuk pembiayaan atau pembayaran hal-hal tertentu. Karena kebutuhan tersebut mendesak, maka ia menyerahkan diri pada kuasa gelap untuk dapat melipatgandakan uangnya; atau melakukan hal-hal yang tidak terpuji!
Iblis paling suka melihat umat Tuhan dalam kondisi seperti ini. Ketika kita mulai tidak sabar menantikan pertolongan Tuhan, maka Iblis segera memanfaatkankanya sebagai kesempatan yang baik untuk menjatuhkan kita dalam dosa. Cara yang sama juga dilakukan Iblis untuk menjatuhkan sejumlah umat Tuhan, seperti Raja Saul, yang tidak sabar menantikan pertolongan Tuhan ketika menghadapi Filistin (1Sam. 13:8-14); Abraham, yang juga tidak sabar menantikan janji Allah tentang keturunannya.
Perhatikan bagaimana cara Iblis mencobai Tuhan Yesus: “Semuanya ini akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku” (ay.10). Iblis tahu bahwa Mesias akan memerintah dunia sesuai waktu-Nya. Namun pada saat itu, waktu-Nya belum tiba! Di sini, kesabaran dan ketaatan Tuhan Yesus terhadap misi Bapa-Nya, sedang dicobai Iblis. Namun sekali lagi, Tuhan Yesus tidaklah bersikap gegabah! Ia tetap bersabar dan bekerja sesuai dengan rencana Bapa di sorga.
Misi yang diemban oleh Mesias bukanlah misi yang mudah, sebab Ia harus menderita karena dosa-dosa umat-Nya. Namun, semuanya itu tidak membuat Tuhan Yesus memilih jalan pintas dan menolak penderitaan serta langsung memerintah dunia, seperti tawaran Iblis. Bersabar memang tidak mudah! Tetapi jika Tuhan berkehendak kita bersabar, maka kesabaran kita akan mengerjakan perkara-perkara besar, yang Tuhan kehendaki terjadi dalam hidup kita; daripada kebesaran yang diperoleh melalui jalan pintas, tetapi ujungnya penderitaan (Ams. 16:25).
STUDI PRIBADI: Mengapa ada kalanya Tuhan ingin agar kita bersabar dalam penderitaan? Mengapa ketidaksabaran menjadi celah bagi Iblis untuk menjatuhkan kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat yang sedang menghadapi pergumulan hidup, agar mereka bersabar dan tidak terjebak dalam tipu muslihat Iblis untuk mencari jalan keluar yang tidak diperkenan Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index