Kamis, 02 September 2010
Waspadai Tipu Daya Iblis (2)

Bacaan hari ini: Matius 4:1-11 (lanjutan)
“Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (Matius 4:3)

Ketika Iblis mencobai Tuhan Yesus, ia tidak memakai wujud diri yang menakutkan, melainkan menyerang apa yang menjadi kebutuhan Tuhan Yesus pada saat itu, yaitu roti. Dalam kebiasaan hidup orang Yahudi saat itu, roti adalah kebutuhan pokok, seperti halnya nasi, jagung, atau sagu, yang menjadi makanan pokok orang Indonesia. Namun, inti persoalan di sini bukan masalah “tidak ada roti untuk dimakan,” melainkan “need” atau “kebutuhan.” Apa yang dibutuhkan Tuhan Yesus saat itu adalah roti, karena Ia lapar (ay. 1). Kondisi “membutuhkan” inilah yang menjadi sasaran Iblis untuk menjatuhkan Tuhan Yesus.

Pada masa kini, ada banyak kebutuhan hidup yang kita perlukan, yang berupa materi, kepandaian untuk berhasil dalam pendidikan, kesuksesan usaha, dan kepercayaan diri. Waspadalah, semua kebutuhan tersebut dapat menjadi sarana Iblis untuk menjatuhkan kita! Sebagai contoh, pada masa kini, banyak tawaran-tawaran okultisme yang dikemas dalam ilmu pengetahuan. Misal, seorang pelajar menjadi anak yang cerdas setelah mengikuti beberapa sesi terapi tertutup di sebuah tempat. Pada umumnya, mereka dianggap telah berhasil memanfaatkan fungsi otak semaksimal mungkin melalui sebuah terapi tertentu, sehingga mereka bisa melihat dan membaca sesuatu benda di balik tembok; atau mencontek ujian, tanpa harus buka buku, karena ia dapat melihat buku tersebut, sekalipun berada di luar kelas. Ini jelas tipu daya Iblis! Mengapa?

Coba perhatikan apa yang dikatakan Iblis kepada Tuhan Yesus: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti” (ay. 3). Bagi Tuhan Yesus, merubah batu untuk dijadikan roti adalah pekerjaan yang sangat mudah! Tetapi “haruskah Tuhan Yesus mendapatkan roti dari mengubah batu menjadi roti?” Apalagi, jika perintah itu berasal dari Iblis. Lihatlah, Tuhan Yesus tidak gegabah dan tidak memenuhi kebutuhan lapar-Nya dengan cara-cara Iblis! Demikian pula dengan kita; haruskah kita menjadi pandai dengan cara-cara Iblis tersebut? Waspadalah! Penuhilah kebutuhan kita dengan cara Tuhan!

STUDI PRIBADI: Bagaimana kita dapat membedakan sesuatu itu adalah tipu muslihat Iblis atau kehendak Tuhan? Apa manfaat bagi kita, jika kita mengerti firman Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi pelajar Kristen dan orangtua Kristen agar mereka tidak terjebak pada terapi-terapi kepandaian yang tidak sesuai kebenaran firman Tuhan, yang nampaknya memenuhi kebutuhannya, tapi menyesatkan hidup.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami