Bacaan hari ini: Matius 4:1-11
“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun
untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1)
Matius 4 ini merupakan bagian Alkitab yang bercerita tentang ujian terhadap kemesianikan Tuhan Yesus, juga sekaligus teladan bagi orang percaya dalam menghadapi tipu daya Iblis. Itulah sebabnya, para penyalin Alkitab memberikan catatan kaki (referensi) tentang kisah ini yang menunjuk pada “keteladanan Mesias” dan kepedulian-Nya terhadap pergumulan hidup umat-Nya (Ibr. 2:18, 4:15). Maka, apa saja yang dapat kita pelajari dari kisah pencobaan Tuhan Yesus ini?
Pencobaan Tuhan Yesus adalah sebuah teladan bagi kita. Alkitab seringkali memberitahukan pada kita bahwa Iblis takut dan tunduk kepada Allah (Yak. 2:19). Namun demikian, ini bukan berarti bahwa Iblis tidak dapat “melawan” Allah. Bagaimana Iblis dapat melawan Allah? Secara kuasa, Iblis memang tidak dapat melawan Allah, karena hanya Allah saja yang berkuasa dan berdaulat atas segala sesuatu, termasuk juga Iblis. Untuk melawan Allah, maka Iblis seringkali melakukan tipu daya untuk merusak karya agung Allah dalam dunia ciptaan-Nya. Sebagai contoh, Iblis merusak karya Allah dalam diri manusia melalui tipu dayanya, sehingga manusia jatuh dalam dosa (bnd. Kej. 3:1-7). Dengan berbagai tipu muslihatnya, Iblis menjatuhkan Hawa!
Lalu, mengapa Iblis dapat mencobai Tuhan Yesus; bukanlah Allah kita tidak dapat dicobai si-Jahat? (Yak. 1:13). Kita harus tahu, bahwa konteks kejadian pada saat Tuhan Yesus dicobai adalah konteks ujian terhadap kemesianikan-Nya (inkarnasi). Perhatikan pendahuluan kisah pencobaan ini, yang menjelaskan bahwa Roh Kudus lah yang menuntun Tuhan Yesus untuk dicobai Iblis (Mat. 4:1). Pendahuluan ini telah membuktikan bahwa jika Allah sendiri tidak mengizinkan sesuatu hal terjadi, maka Iblispun tidak dapat melakukannya (bandingkan hal ini dengan kisah pencobaan Ayub (Ayb. 1:6-12, 2:1-8). Jadi, kisah pencobaan Tuhan Yesus dalam Matius 4 ini bukanlah menguji “ke-Allahan-Nya”, tetapi merupakan ujian terhadap “kemesianikan-Nya;” sekaligus sebagai teladan hidup umat-Nya dalam menghadapi dan mengalahkan pencobaan Iblis.
STUDI PRIBADI: Apakah Iblis mengerti firman Tuhan? Bagaimanakah repons Iblis terhadap firman Tuhan yang diberitakan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoa bagi jemaat agar Tuhan memberikan kepada setiap kita, pengertian dan hikmat untuk dapat membedakan hal mana yang merupakan kehendak Tuhan, dan hal mana yang bukan merupakan kehendak-Nya.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index