Bacaan hari ini: 2 Timotius 1:1:3-8
“Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas,
yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin
hidup juga di dalam dirimu.” (2 Timotius 1:5)
Biasanya, ketika kita mendengar kata “warisan,” kita menghubungkannya dengan harta benda (kekayaan); bahkan, tidak sedikit orang yang berebut warisan, sehingga saling membunuh. Pada umumnya, “warisan” diartikan sebagai sesuatu yang ditinggalkan orang yang sudah meninggal kepada orang yang masih hidup.
Ada beberapa bentuk warisan, seperti warisan budaya, termasuk ilmu pengetahuan, warisan benda-benda (tanah, bangunan, benda-benda bersejarah, lainnya) dan warisan religius (iman). Warisan iman sering kita abaikan, sehingga banyak orangtua tidak memperhatikan pertumbuhan iman anak-anaknya. Banyak orangtua berlomba-lomba mengumpulkan harta agar bisa diwariskan kepada anak-anaknya, tapi mereka lupa bahwa harta itu bersifat sementara. Hanya warisan imanlah yang bersifat kekal, yang tidak dapat dicuri ataupun dirusak oleh waktu. Hal ini terbukti dalam iman yang diwariskan oleh Lois dan Eunike kepada Timotius; di mana Lois mewariskan imannya kepada Eunike, dan Eunike mewariskan imannya kepada Timotius. Di sinilah kita dapat melihat bahwa iman yang diwariskan itu adalah iman yang hidup dan aktif. Iman yang tulus ikhlas, murni kepada Yesus Kristus. Untuk mewariskan iman seperti ini tidaklah mudah karena melalui proses waktu dan berbagai macam ujian iman. Karena itu, Paulus menasihatkan Timotius untuk mengobarkan karunia Allah yang ada pada dirinya (ay. 6) dan jangan malu bersaksi tentang Tuhan, serta ikut menderita bagi injil-Nya (ay. 8).
Jika kita memiliki kehidupan iman yang biasa-biasa saja, maka kita juga akan sulit mewariskan iman yang sehat kepada anak, cucu kita. Jika ini terus diwariskan, maka akan tercipta generasai yang “sakit rohani.” Karena itu, marilah kita semakin dekat kepada Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan mengerti firman-Nya, sehingga kita dapat mewariskan iman yang tulus, murni dan benar pada anak, cucu kita, dan generasi kita yang selanjutnya, sehingga nama Tuhan dimuliakan di segala zaman.
STUDI PRIBADI: Warisan apakah yang lebih kita perhatikan dan berikan kepada anak atau cucu kita? Mengapa warisan rohani lebih penting dari warisan jasmani/harta benda?
DOAKAN BERSAMA: Marilah berdoa bagi orangtua Kristen supaya mereka dapat menjadi teladan dan mewariskan kerohanian yang baik kepada anak-cucu mereka, sehingga mereka menciptakan generasi yang takut Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index