Bacaan hari ini: Matius 5:33-37
“Jika ya, hendaklah kamu katakan:
ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.
Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)
Kalimat “jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan” tidak ditemukan di dalam seluruh catatan Perjanjian Lama. Ini menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah tafsiran para ahli Taurat terhadap ayat-ayat tertentu dalam kitab Musa, seperti Hukum Taurat yang ke-3, atau Imamat 19:12. Allah memberikan peraturan itu lewat Musa, dengan tujuan agar mengekang kecenderungan manusia berdusta, mengatakan apa yang tidak benar. Sudah merupakan penyakit universal bahwa di mana-mana orang berbicara tidak jujur. Peraturan Musa ini juga bertujuan untuk membatasi pemakaian sumpah hanya pada masalah yang sangat serius, karena orang cenderung mengucap sumpah untuk hal-hal sepele. Peraturan Musa menegaskan bahwa hal bersumpah ini adalah hal yang sakral/serius dan tidak bisa dibuat main-main.
Namun penafsiran ahli Taurat yang legalis telah menggeser maksud Allah. Mereka menganggap jika bersumpah harus dengan cara yang benar dan jika orang berbohong tapi tidak bersumpah, maka dia tidak melanggar hukum tersebut. Yang mereka tidak tangkap adalah maksud dari hukum Musa, yang penekanan utamanya adalah: Jangan berbohong! Alkitab mencatat ada orang-orang yang bersumpah; Abraham pernah menyuruh hambanya bersumpah ketika mencarikan istri bagi Ishak; Yakub pernah meminta Yusuf bersumpah untuk menguburkannya bersama leluhurnya; Yonatan pernah bersumpah mengikat persahabatan dengan Daud. Paulus juga pernah berkata: Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta (Rm. 9:1), Aku memanggil Allah sebagai saksiku (2 Kor.1:23). Dari catatan tersebut di atas ini menunjukkan bahwa sumpah boleh dilakukan untuk menekankan betapa sakralnya hal yang sedang dibicarakan.
Yang Tuhan larang di sini adalah penggunaan sumpah yang tidak bertanggung jawab, dan juga untuk melarang orang bersumpah demi apa saja yang berupa ciptaan, dan juga melarang orang bersumpah di dalam percakapan sesehari yang tidak memerlukan sumpah. Ingat, orang Kristen dipanggil untuk hidup benar, termasuk dalam tutur katanya.
STUDI PRIBADI: Mengapa “kata-kata” harus dijaga serius? Bolehkah kita sembarangan bersumpah atau bernazar?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar mereka tidak mudah mengeluarkan janji-janji atau sumpah, sebaliknya senantiasa mengatakan apa yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan dengan penuh tanggung jawab.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index