Sabtu, 03 Juli 2010
Disiplin Oleh Allah

Bacaan hari ini: Ibrani 12:5-14
“...tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.” (Ibrani 12:10)

Petani dengan cermat memperhatikan ukuran dan sifat biji-bijian, dan akan menyesuaikan metode pengirikan dengan keadaan biji-bijian tersebut. Masing-masing biji memerlukan perlakukan yang khusus. Ia tidak menggunakan roda gerobak yang berat bila pemakaian tongkat yang ringan dianggap sudah cukup. Kebijakan dan pengalaman dari petani mencegah dia menggunakan kekuatan yang berlebihan.

Demikian pula Allah, tidak akan menggunakan kekuatan lebih jika tidak diperlukan. Orang Kristen yang dewasa secara rohani akan menerima dan merangkul pengalaman yang Allah berikan, dan ia tidak akan memberontak melawannya. Paulus mencapai suatu tingkat kedewasaan tinggi ketika ia dapat mengatakan bahwa ia bermegah dalam kesengsaraannya (Rm. 5:3).

Dari perumpamaan tersebut, ada 3 pelajaran penting yang dapat kita pelajari tentang kedewasaan rohani. Pertama, berbagai disiplin yang Allah izinkan terjadi dalam hidup kita dirancang untuk menghasilkan suatu tuaian rohani, sekalipun pengalaman itu tidak selalu menyenangkan; “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya” (Ibr. 12:11). Jika disiplin tidak dihiraukan, tidak akan ada tuaian.

Kedua, pengalaman disiplin Allah, bila ditanggapi dengan benar, dapat mendatangkan hidup dan berkat bagi orang lain. Gandum tidak diremukkan dalam proses pengirikan, sebab jika ia diremukkan maka nilainya akan merosot; tetapi gandum digiling untuk menjadi tepung untuk roti. Gandum yang masih dengan sekamnya tidak pantas dimakan oleh manusia. Kristus diremukkan untuk menjadi roti bagi kita.

Ketiga, berbagai disiplin yang Allah pakai adalah selalu untuk kebaikan kita dan memiliki nilai-nilai kekal. “Dia menghajar kita untuk kebaikan kita supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya” (Ibr. 12:10b). Disiplin dari Allah dirancang untuk mempersiaplan kita bagi kehidupan kita di sorga kelak.

STUDI PRIBADI: Apa tujuan Allah menghajar umat-Nya? Bagaimana sikap dan respon kita ketika menghadapi didikan dari Allah?
DOAKAN BERSAMA: Doakan agar orang-orang Kristen mau taat ketika mereka disiplin oleh Allah dan dapat hidup senantiasa dalam kekudusan. Apa yang diizinkan terjadi dalam hidup akan membuat kita semakin dewasa dalam kerohanian.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2012 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami