Bacaan hari ini: 1 Raja-raja 19:1-8 (lanjutan)
“...dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.” (1 Raja-raja 19:3b)
Satu hal menarik lainnya yang telah dilakukan Elia di tengah-tengah usahanya untuk menyelamatkan dirinya adalah, ia mengganggap bahwa ia tidak membutuhkan orang lain. Ini adalah salah satu usaha yang memang biasa dilakukan oleh orang-orang yang mengalami hubungan yang tidak harmonis dengan Tuhan, dan inilah dampak dari hubungan disharmonis tersebut. Ketika seseorang mengalami diharmonis dengan Tuhan, maka dampaknya adalah, ia akan mengalami disharmonis dengan sesamanya.
Adalah keanehan jika Elia meninggalkan bujangnya yang senantiasa bersama-sama dengan dia. Pada waktu itu, Elia beranggapan bahwa ia tidak membutuhkan orang lain. Ia merasa diri sanggup! Elia berlaku cuek terhadap Tuhan, apalagi manusia! Sehingga dikatakan, “ia sendiri masuk ke padang gurun” (ay. 4). Apa yang dapat kita pelajari dari hal ini?
Ketika mengalami disharmonis dengan Tuhan, kita sering menyalahkan orang-orang yang ada di sekitar kita sebagai pencetus; misalnya saja suami, istri, anak-anak, gereja atau teman. Siapa saja! Ketika kondisi ini terjadi, maka orang yang biasanya kita butuhkan, yang biasanya menjadi tempat berbagi, menjadi orang yang tidak berguna. Padahal, inti masalah yang sebenarnya bukanlah pada diri mereka, tetapi pada diri kita sendiri.
Karena itu, kita harus memiliki kepekaan terhadap diri kita sendiri, jika masalahnya adalah pada diri kita sendiri karena sedang mengalami krisis hubungan dengan Tuhan. Yang Tuhan inginkan, sebelum kita cepat-cepat menyalahkan orang atau lingkungan kita, menjadi kerinduan bagi kita untuk mengoreksi diri terlebih dulu, bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Di sini prinsipnya jelas: hubungan kita dengan Tuhan menentukan hubungan kita dengan sesama kita. Ketika hubungan kita dengan Tuhan harmonis, maka hubungan kita dengan sesama akan harmonis pula. Oleh karena itu, marilah kita miliki relasi yang baik dengan Tuhan, sehingga membuat kita dapat bersikap benar terhadap diri sendiri maupun orang-orang yang ada di sekitar kita.
STUDI PRIBADI: Apa dampak relasi yang buruk dengan Tuhan? Sudahkah kita membangun relasi yang benar dengan Tuhan?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi orang Kristen termasuk diri kita, agar kita benar-benar dapat memperhatikan relasi kita dengan Tuhan, sehingga kita bisa memiliki pijakan yang kokoh dalam berelasi dengan sesama.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index